Manajer PSIS, Yoyok Sukawi, mengaku belum tahu bagaimana cara menutup utang timnya. Namun ia siap mencari jalan keluarnya.
Putra Walikota Semarang Sukawi Sutarip ini menjelaskan, selama ISL timnyaΒ menghabiskan dana sebesar Rp 8 miliar. Pengeluaran itu terdiri dari gaji pemain, sewa lapangan dan mess dan akomodasi tandang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yoyok mengaku setelah tak mendapat kucuran dana dari APBD, dana PSIS berasal dari patungan pengurus dan pengusaha penggila bola. "Fokus kita saat ini adalah membayar gaji pemain. Yang lain diselesaikanΒ nanti," ungkapnya.
Awal tahun 2009, PSIS sempat akan mendapatkan dana dari APBD sebesar Rp 20 miliar dengan cara penyertaan modal pemkot ke PT Mahesa Jenar (menaungiΒ PSIS). Dana tersebut batal cair karenaΒ Gubernur Jateng Bibit Waluyo menolakΒ alokasi untuk sepak bola.
PSIS dibubarkan pada Selasa (5/5) akibat kekurangan dana setelah Pemerintah Propinsi Jawa Tengah menghentikan kucuran dana APBD bagi mereka.
(try/arp)











































