"Terus nak, tendang nak," teriak Syamsiah (38) menyemangati anaknya Risky Ambola yang bertanding di lapangan Hasanuddin, Makasar, Sulawesi Selatan, Minggu (24/5/2009).
Syamsiah sengaja datang jauh-jauh dari Kabupaten Maros untuk melihat anaknya bertanding. Ia memang selalu menjadi pendukung anaknya yang tergabung dalam tim Louruhu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain orang tua, pelatih tim pun ikut sibuk. Ahmad Tuharea, pelatih tim Louruhu, tak pernah absen memberi instruksi untuk anak asuhnya, apalagi usai tim ini kebobolan dari tendangan bebas yang dilakukan tim lawan.
"Itu kejar, jangan diam saja," teriaknya dari sisi lapangan.
Sementara itu, para penonton di sekeliling lapangan juga sibuk memberikan dukungan kepada timnya masing-masing. Protes-protes "khas" dunia sepakbola pun disuarakan.
"Wasitnya gimana sih, itu pelanggaran kok tidak penalti," kata salah seorang penonton kesal.
Sampai saat ini, pertandingan masih berlangsung. Pertandingan itu sendiri dihelat dengan menggunakan dua lapangan, sehingga empat tim langsung bisa bertanding sekaligus dalam waktu berbarengan. (nal/krs)











































