Untuk diketahui beberapa waktu lalu, ada seorang investor lokal yang tertarik menanamkan modal senilai Rp 50 miliar di tubuh 'Macan Kemayoran'. Namun demikian, impian untuk menjadi klub profesional musim depan musnah karena sang pengusaha itu mengurungkan niatnya pasca keributan antar pengurus lama terkait pengambil alihan itu.
Jadilah Persija bagai anak ayam kehilangan induk karena mereka sama sekali tidak memiliki dana untuk bermain di kancah ISL musim depan. Namun, dari pertemuan PT Persija Jaya dengan Pemprov DKI akhir pekan lalu terkuak niatan Pemprov untuk kembali membiayai Persija.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian, ketika disinggung soal besaran dana yang akan diberikan oleh Pemprov musim depan, Bambang masih belum mau berkomentar lebih lanjut dan masih menunggu manuver dar Pemprov selanjutnya. Musim lalu Persija mendapat Rp 21 miliar dan musim ini diperkirakan berkisar di angka Rp 30 miliar.
"Kami masih menunggu langkah-langkah Pemda dalam hal ini. Saya belum tahu juga berapa besaran dananya," sambungnya.
Hal senada juga diungkapkan Ketua Umum Persija Tony Tobias. Ia berujar kalau pembahasan soal berapa dana yang akan diberikan kepadaΒ tim dengan kostum kebesaran warna oranye itu. Bahkan menyoal besaran dana yang dibutuhkan Persija termasuk juga sumber dana yang dianggarkan dari APBD, Tony pun belum bisa memprediksikannya.
"Pembahasan masih belum tuntas. Ini semua akan dibahas kembali pada Rabu atau Kamis," tegas Tony yang juga Ketua Pengcab PSSI DKI Jakarta.
(mrp/arp)











































