Seusai pertandingan Indonesia vs Kuwait di Stadion Gelora Bung Karno, Benny mengeluhkan banyaknya ofisial Kuwait yang memberi instruksi dari bangku cadangan kepada para pemain di lapangan.
Pelatih Indonesia itu menyebut bahwa tindakan para ofisial Kuwait tidak etis karena harusnya hanya pelatih yang berhak melakukan itu. Hal itu ditepis oleh Tugfedzic.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertandingan kualifikasi Piala Asia 2011 itu memang berlangsung agak sedikit panas. Beberapa kali para pemain dari kedua kubu terlibat sejumlah insiden yang berujung perselisihan di lapangan.
Indonesia bahkan harus menyelesaikan pertandingan dengan 10 pemain setelah Ismed Sofyan dikartu merah wasit Tojo Minoru di awal babak kedua akibat menekel pemain Kuwait dari belakang.
Benny Dollo menyebut bahwa para pemain Kuwait hobi melakukan trik dan wasit menelan mentah-mentah tindakan tak terpuji itu. Tugfedzic kembali menangkis tuduhan itu dan berkilah bahwa tensi pertandingan memang tinggi.
"Pemain-pemain kami memang sangat ingin menang tadi. Saya cuma bisa bilang ke pemain dan staf saya untuk mengendalikan diri. Itulah sepakbola dan pertandingan tadi bagus," kata pelatih berpaspor Serbia itu.
"Saya sebenarnya tak ingin bicara soal wasit. Tapi wasit tadi membiarkan beberapa kejadian tanpa hukuman. Seperti saat pemain kami ditendang dalam keadaan tanpa bola," tandas dia merujuk pada insiden di babak pertama saat Bader Al Motawaa tertendang Maman Abdurrahman.
(arp/din)











































