Prestasi buruk timnas Indonesia sedang di titik nadir. Setelah gagal di Pra Piala Asia U-19 dan SEA Games 2009, timnas senior juga gagal menjaga tradisi lolos ke Piala Asia untuk yang pertama kali usai dikalahkan Oman 2-1 di babak kualifikasi.
PSSI dinilai sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas nihilnya prestasi timnas tersebut. Akan tetapi, Nurdin sebagai pucuk pimpinan PSSI tidak ingin disalahkan begitu saja, apalagi disuruh mundur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbeda dengan Bepe, bek Isnan Ali tidak terlalu terganggu dengan penilaian Nurdin.
"Saya sebagai pemain mau nggak mau harus terima disalahkan seperti itu, meski secara pribadi tidak. Pemain 'kan seperti kuli. Disuruh datang ke pelatnas ya datang, disuruh latihan ya latihan, disuruh bertanding ya bertanding," tutur defender asal klub Sriwijaya FC tersebut saat berbincang-bincang dengan detiksport, Kamis (14/1/2010).
"Tapi saya menyerahkan penilaian ini sepenuhnya kepada masyarakat. Biar masyarakat sepakbola Indonesia sendiri yang menilai," sambungnya.
Saat disinggung soal derasnya desakan agar PSSI dirombak dan Nurdin mundur, pemain kelahiran Makassar 30 tahun lalu itu memberi jawaban yang terkesan normatif.
"Saya sebagai pemain, bukan pengamat yang bisa memberikan saran. Yang jelas, kami selaku pemain terus mendukung siapa pun pengurus PSSI. Yang penting mereka bisa membuat sepakbola Indonesia lebih baik."
Isnan juga tidak keberatan dengan wacana naturalisasi pemain asing yang dilontarkan Nurdin. "Saya sih setuju. Kalau itu bisa mendatangkan prestasi buat bangsa Indonesia, kenapa tidak dicoba?"
Hal lain yang dikomentari Isnan adalah tindakan pemuda bernama Hendri Mulyadi minggu lalu, yang menyusup ke lapangan saat berlangsung pertandingan Indonesia versus Oman di Gelora Bung Kanro.
"Saya rasa tindakan Hendri itu wajar. Sebab, tindakan itu bentuk rasa kecewa dia (terhadap penampilan timnas)," cetusnya. (a2s/krs)











































