sepakbola

'PSSI Harus Segera Evaluasi Pelaksanaan Kompetisi'

Terpopuler Jadwal Pertandingan Klasemen Liga Hasil Pertandingan Man of The Match Gila Bola Foto Video

'PSSI Harus Segera Evaluasi Pelaksanaan Kompetisi'


- detikSepakbola

Solo - Ulah ratusan suporter Persebaya yang melakukan tindak perusakan dan penganiayaan terhadap warga dan wartawan selama perjalanan dari Surabaya menuju Bandung, Jumat kemarin, dikecam banyak pihak. Forum Wartawan Surakarta (FWS) mendesak PSSI mengevaluasi pelaksanaan kompetisi sepak bola antarklub.

Desakan tersebut disampaikan FWS dalam aksi di bundaran air mancur Stadion Manahan, Solo, Sabtu (23/1/2010). Aksi tersebut diikuti puluhan wartawan yang bertugas di Surakarta.

"Pasti ada yang salah sehingga selalu menimbulkan dampak seperti ini. Kami mendesak PSSI melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kompetisi sepakbola antarklub yang selama ini justru lebih banyak membuahkan kerawanan dan keresahan sosial serta tindak-tindak kriminal dibanding prestasi yang diraih di lapangan," ujar Korlap aksi, Ahmad Rafiq.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

FWS menilai korban jiwa yang berjatuhan serta biaya sosial yang ditanggung warga jauh lebih besar dibanding kebanggaan mereka terhadap persepakbolaan di tanah air, yang selama hampir tiga dekade sepi dari prestasi.

Jika tidak ada evaluasi menyeluruh dan model kompetisi tetap seperti sekarang, dikhawatirkan akan muncul gesekan-gesekan sentimen kedaerahan. Buntut-buntutnya akan ada tindak kekerasan lebih luas dan endemik hanya karena dipicu ketidakdewasaan sebagian pihak.

Karena itu, dalam aksi tersebut FWS juga mendesak pihak-pihak terkait untuk memulangkan suporter Persebaya dari Bandung tanpa melewati wilayah Surakarta. Langkah tersebut perlu dilakukan untuk menghindarkan benturan massa yang lebih besar.

"Kami khawatir warga di Surakarta yang kemarin menjadi korban perusakan dan penganiayaan akan berupaya melakukan serangan balik dan dengan berbagai cara berusaha melampiaskan kemarahannya. Ini bisa lebih berbahaya lagi dan akan terus berulang-ulang terjadi jika tidak dievaluasi," ujar Rafiq.


 

(mbr/roz)











Hide Ads