Persema sebenarnya memiliki peluang di menit-menit akhir pertandingan, ketika wasit menghadiahi mereka tendangan penalti. Namun, tendangan penalti yang diberikan akibat Hendri Nyobi melakukan handball di kotak terlarang itu gagal berbuah gol.
Eksekusi tendangan pinalti dilakukan Robi Gaspar melalui kaki kirinya ternyata mampu dibendung oleh kiper PSM Makassar Syamsidar. Peluang tim tuan rumah pun kandas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Permainan menyerang di babak kedua mulai ditingkatkan para pemain PSM. Kendati demikian, kebuntuan masih meliputi anak asuh Imran Amirullah ini.
Gol balasan PSM sendiri tercipta dari gol bunuh diri Robi Gaspar di menit 67. Ia salah menanduk bola saat bermaksud membuang bola dari tendangan pojok tim tamu. Upaya penyelamatkan gawang itu akhirnya malah berbuah gol bunuh diri.
Skor imbang memaksa anak asuh Subangkit harus berjuang ekstra keras. Upaya untuk menekan pertahanan tim tamu terus dilakukan melalui dua wing back mereka, M. Kamri dan Kasan Soleh. Berulang kali peluang Persema belum mampu menciptakan gol.
Usaha anak-anak PSM membendung gempuran tuan rumah berulang kali membuahkan pelanggaran. Dua pemain PSM, Hendri Nyobi dan Lisnandar, pun mendapatkan kartu kuning akibat hal tersebut.
Namun, hasil ini syukuri oleh Imran. Diungkapkannya, target PSM dalam laga ini memang hanya imbang. "Target kami memang skor imbang melawan Persema dan sore ini telah terwujud," jelas Imran Amirullah usai pertandingan.
Sementara, Pelatih Persema, Subangkit, mengakui adanya pengaruh psikologi dari anak asuhnya, setelah dalam tiga pertandingan terakhir selalu menelan kekalahan. "Psikis memang salah satu faktornya," tegas Subangkit.
(roz/roz)











































