Satoshi Suksesor Suchao

Satoshi Suksesor Suchao

- Sepakbola
Selasa, 09 Feb 2010 05:00 WIB
Satoshi Suksesor Suchao
Kediri - Persib Bandung dipastikan kehilangan Suchao Nutnum dalam sisa laga kompetisi ISL musim ini. Pengganti yang dinilai sepadan sudah didapatkan. Dia adalah Sattoshi Otomo.

Suchao harus meninggalkan Persib setelah yang bersangkutan harus kembali ke klub lamanya TOT FC di Thailand. Sebagai gantinya 'Maung Bandung' mendatangkan pemain asal Jepang Satoshi Otomo.

"Keputusan mengontraknya keputusan bersama. (Pelatih) Jaya (Hartono) merekomendasikan karena dia bagus untuk menggantikan Suchao, dan kami yang menegosiasikannya juga merasa cocok dengan harganya," kata Wakil Manajer Persib H.Dedy Firmasnyah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jaya mengatakan tidak ingin Satoshi terlalu dibanding-bandingkan dengan Suchao. Dia khawatir hal ini bisa menjadi bumerang bagi pemain yang tercatat pernah menjadi punggawa di klub peserta Divisi II J League, FC Gifu

"Jangankan Suchao dan Satoshi, saya dan anak saya atau adik saya pasti juga beda. Memang saya ingin dia sama seperti Suchao, tapi jangan terus terus mengingat kebelakang bagaimana Suchao hebat dan menekan Satoshi harus sama. Yang jelas setiap pemain punya karakter masing-masing dalam permainannya," tegas Jaya.

Nantinya pemain asal Jepang itu akan ditugasi menjaga irama permainan tim dan mengatur serangan Persib.

Namun ada halangan yang dihadapi oleh tim Kota Kembang. Pasalnya Satoshi belum mendapat pengesahan meski Persib sudah mendaftarkannya ke PT Liga Indonesia. "Kalau soal pengesahan mungkin hari ini, kalau kemarin kan mungkin terbentur Sabtu dan Minggu. Yang jelas kami putuskan bawa dia dalam tur kali ini, karena kami yakin akan bisa memainkannya," kata Dedy

Untuk pertandingan melawan Persik Kediri yang dijadwalkan pada hari ini, Jaya berharap Satoshi bisa diturunkan.

"Saya dapatkan konfirmasi lisan, paling lambat Selasa (9/2/2010) sekitar jam 10 pagi. Tapi kalau memang tidak bisa juga tidak masalah, kami masih memiliki Budi (Sudarsono), Cucu (Hidayat) atau Aji (Nurpijal)," pungkas Jaya. (nar/arp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads