Seperti telah diketahui, upaya PSSI untuk mengajukan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia. Untuk mengajukan bidding, mutlak dibutuhkan dukungan dari Pemerintah.
Namun setelah melewati tenggat yang ditentukan FIFA, dukungan itu tidak juga diperoleh. Maka nyaris dipastikan posisi Indonesia sebagai salah satu bidder akan dicoret oleh FIFA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak karena kita masih memberi prioritas kepada prestasi sepakbola nasional itu sendiri," ujar Agung kepada wartawan di Kantor Presiden,Β Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (11/2/2010).
"Karena itu kami mengambil inisiatif untuk menyelenggarakan suatu forum besar, sarasehan nasionalΒ di bidang persepakbolaan melibatkan seluruh stakeholder. PSSI, KONI, Menpora, masyarakat, suporter, ya begitulah," imbuh Agung.
"Jadi bukan mengembangkan event organizer, tapi mengembangkan persepakbolaannya."
Selain itu, Agung mengaku bahwa waktu yang tersedia tidak cukup bagi Pemerintah untuk mengkaji proposal PSSI yang meminta dukungan Pemerintah.
"Tidak bisa, karena kita memberi waktu pada Pemerintah untuk mengkaji. Jadi tidak bisa. (Deadline) Itu terlewati karena kami butuh waktu untuk kajian," tutur menteri dari Partai Golkar itu.
Pemerintah mengaku memerlukan waktu untuk mengkaji proposal PSSI dan tidak dapat dengan mudah menyetujuinya. Penolakan pemberian dukungan Pemerintah Indonesia telah disampaikan Agung ke FIFA.
"Kan harus persiapan yang matang, tidak bisa secara sederhana gitu. Langsung ke FIFA sana, tembusan ke PSSI, bahwa kami sementara memberi
prioritas pada pembinaan prestasi dan untuk menjadi host kami sedang mengkaji lebih jauh," kata Agung
"Untuk waktu ke depan, ya mungkin saja, kami tidak menolak," tuntasnya.
(arp/fjp)











































