Indonesia dipastikan menggelar dua laga semifinal Piala AFF 2010 kontra Filipina. Seperti telah diberitakan sebelumnya, Filipina dianggap tak punya stadion yang cukup memenuhi syarat yang diperlukan untuk laga tersebut.
Keputusan menggelar dua pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno tersebut kemudian memunculkan perdebatan lain. Dikabarkan kalau pihak Filipina menuntut jatah 5 dolar AS (Rp 45 ribu) untuk setiap lembar tiket yang terjual di semifinal pertama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang belum selesai keputusan soal sharing tiket tersebut. Malam ini atau paling lambat besok akan dipublikasikan. Filipina akan dapat penghargaan yang sesuai," ungkap Sekjen PSSI Nugraha Besoes.
Pihak PSSI sebelumnya mengklaim kalau seluruh hasil penjualan tiket semifinal pertama akan menjadi milik panitia lokal. Hal tersebut ditegaskan kembali oleh Joko Driyono yang juga hadir dalam konferensi pers tersebut.
"Jangan dilihat ini sebagai peluang atau oportunity, karena ada tanggung jawab dan risiko yang harus ditanggung. Panitia harus kerja ekstra untuk pertandingan ini untuk menyiapkan akomodasi, transportasi dan penyediaan tiket pertadingan."
"Jangan dilihat ini sebagai bagi-bagi kue. Kalau ada sanksi (terkait masalah yang mungkin timbul dalam gelaran laga tersebut), Indonesia yang akan kena. LOC dalam hal ini mengambil semua kewajiban dan tanggung jawab. Dan kami akan mengambil semua oportunity-nya," lanjut Joko.
Untuk satu laga semifinal Piala AFF tersebut, pihak LOC lokal disebut Joko harus menggelontorkan dana hingga sekitar Rp 1,6 miliar.
(din/krs)










































