Dalam keterangannya pada wartawan usai menyaksikan timnas berlatih, Senin (27/12/2010) malam WIB, Nurdin Halid membeberkan gangguan-gangguan yang didapat skuad Indonesia dalam lawatan ke Malaysia.
Selain sinar laser yang ditembakkan penonton saat laga berjalan, ketua umum PSSI itu juga menyebut kalau Firman Utina cs sempat sengaja dibuat menunggu bus cukup lama saat akan berlatih. Hal lainnya, Nurdin menuduh Malaysia telah menaburkan bubuk gatal di muka gawang yang membuat kiper Indonesia menderita gatal-gatal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun pernyataan Nurdin tersebut disanggah justru oleh asisten pelatih Wolfgang Pikal. Tangan kanan Alfred Riedl tersebut menyebut kalau penyebab kiper gatal-gatal adalah fertilizer alias pupuk.
Saat di Kuala Lumpur, skuad Indonesia mendapat jatah latihan di Majlis Sukan Nasional, di mana terdapat dua jenis lapangan di sana yakni artifisial dan rumput asli. Pelatih kemudian menempatkan seluruh kiper menggunakan lapangan asli.
Kalau kemudian kiper-kiper Indonesia mengalami gatal karena pupuk, itu diduga karena lapangan dalam kondisi basah mengingat beberapa saat sebelumnya hujan turun. Muncul kecurigaan kalau pupuk yang keluar karena tergenang air kemudian menempel di kulit pemain dan menimbulkan gatal serta alergi.
"Memang ada yang membuat Markus dan dua kiper lainnya kena alergi. Tapi itu bukan itchy powder (serbuk gatal), tapi hanya fertilizer. Tapi kita tidak tahu itu disengaja atau tidak," terang Pikal yang ditemui wartawan usai sesi latihan timnas di Lapangan C, Senayan, Jakarta. (din/din)











































