"Kita sangat lemah dalam bertahan. Alfred (Riedl) sudah bekerja untuk memperbaiki hal itu. Jadi intinya kita harus menguatkan pertahanan dan berani menyerang," demikian ujar manajer timnas Andi Darussalam Tabussala dalam jumpa pers jelang pertandingan di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (28/12/2010) siang WIB.
Di leg pertama di Stadion Bukit Jalil hari Minggu lalu, gawang Markus Horison kebobolan tiga kali dalam waktu sekitar 15 menit di pertengahan babak kedua. Kekalahan 0-3 itu membuat langkah Indonesia dianggap cukup berat untuk menjadi juara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga mengomentari panasnya tensi di kalangan suporter, terutama fans Indonesia, terkait insiden laser di Stadion Bukit Jalil. Namun Andi mengingatkan bahwa sportivitas harus selalu dijunjung.
"Apa yang terjadi di Bukit Jalil adalah sesuatu yang tidak kita inginkan, tapi terjadi lagi. Ini juga menyangkut persahabatan dalam sepakbola," imbuhnya.
(a2s/krs)











































