Nama Luci --begitu sapaannya-- belakangan memang "menghilang" dari dunia sepakbola Indonesia. Kini mendadak ia dikabarkan merapat ke LPI dan ternyata memang begitulah adanya.
"Saya diminta LPI untuk mendatangkan mantan-mantan pemain bintang Brasil ke Indonesia. Salah satunya di Persebaya Otavio Dutra," katanya kepada detiksurabaya.com usai menyaksikan laga Persebaya 1927 vs Bandung FC di Stadion Gelora 10 November Tambaksari Surabaya, Senin (10/1/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya senang sekali melihat tiga pertandingan LPI yang sudah digelar, banyak penonton yang bawa anak dan tidak terjadi apa-apa. Tidak ada wasit yang bikin kotor, karena itu yang membuat liga di Indonesia buruk," jelasnya dengan bahasa Indonesia yang fasih.
Kecewa PSSI
Di antara kebahagiaan tersebut tersembul rasa kecewa. Itu bermuara kepada induk sepakbola Indonesia, PSSI, yang diakui Luci sempat menahan sertfikat kepelatihannya sehingga tidak bisa melatih.
"Sertifikat itu saya dapatkan dengan susah payah. Karena saat mengambil sertifikat itu saya bersama Luxemburg dan di Brasil hanya mantan pemain bola yang bisa mendapatkan sertifikat pelatih. Dan rasa kecewa itu pasti ada tapi biarlah. Karena saya yakin Tuhan akan memberi kesempatan," jelasnya.
Luci lantas menambahkan kalau saat ini rasa kecewa itu sudah lumayan terobati karena ia sudah memberikan kontribusi dengan cara mendatangkan pemain bintang Brasil untuk LPI.
"Yang lalu biarlah. Sekarang saya memandang kedepan. Dan sekarang bisa berkontribusi meski itu kecil yakni dengan pemain bintang Brasil untuk saya bawa kesini demi perkembangan sepakbola Indonesia," pungkasnya.
(ze/krs)











































