Ditemui wartawan di kantornya di Jl. Gerbang Pemuda, Senayan, Jakarta, Kamis (24/2/2011) sore, Andi tidak memberi reaksi apa-apa saat diberitahu bahwa adik kandung Nurdin yaitu Kadir Halid, menyatakan pihaknya akan melakukan somasi pada dirinya.
Dalam jumpa pers di Makassar hari ini, Kadir menilai bahwa pernyataan-pernyataan Menpora menyudutkan PSSI dan juga provokatif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βPemerintah maunya tahap demi tahap. Dimulai dari Komite Pemilihan dulu. Dari situ kita akan lihat apakah PSSI menjalankan sesuati peraturan atau tidak. Kalau tidak sesuai undang-undang, pemerintah akan mengambil tindakan yang sesuai undang-undang,β tuturnya.
Andi juga diminta tanggapannya soal aksi demonstrasi suporter yang sedang marak terjadi di Jakarta dan berbagai daerah di tanah air.
"Bagi kami, selama dilakukan secara damai, tidak masalah. Ini 'kan namanya aspirasi masyarakat," ujar pria berkumis yang pernah jadi juru bicara presiden RI itu.
Tadi siang suporter melakukan aksinya di depan kantor Menpora, dan menyerahkan kunci yang dipakai untuk menyegel kantor PSSI di Senayan, kepada Deputi Menpora Bidang Prestasi, Joko Pekik. Mereka berpesan, jika dalam waktu 3 X 24 jam pemerintah tidak membekukan PSSI, suporter yang akan bertindak sendiri untuk menduduki semua kantor PSSI di daerah masing-masing.
"Namanya juga orasi, ya boleh lah berpendapat apapun. Tapi kami kemarin juga kan sudah menggelar konpers, sudah memperingatkan PSSI. Kita tunggu tindak lanjut mereka. Kalau tidak ada respon baik, pemerintah akan melakukan hal-hal yang sesuai undang-undang," demikian Andi Mallarangeng.
(a2s/rin)











































