Β
Demikian antara lain yang akan dilakukan Erwin apabila dirinya memenangi bursa ketua umum PSSI, yang akan digelar dalam Kongres hari Jumat (20/5/2011) lusa di hotel The Sultan, Jakarta.
Β
Berikut ini hasil wawancara via telpon detikSport dengan pria yang juga ketua umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) itu, Rabu (18/5/2011) pagi:
Β
Bagaimana persiapan menghadapi Kongres nanti?
Β
Kita jalan saja, tetap mengikuti perkembangan, masih menunggu keputusan CAS (terkait gugatan kubu George Toisutta-Arifin Panigoro kepada FIFA--Red). Kita di sini akan tetap fokus pada apa yang sudah dijalankan, tetap melakukan komunikasi, konsolidasi, dan lain-lain.
Β
Kita harus menghargai langkah-langkah hukum (yang dilakukan GT-AP). Bagaimanapun juga kita mengharapkan ada keputusan hukum yang tetap, baik itu dari PSSI, FIFA, maupun CAS. Biarkanlah proses itu berjalan.
Β
Dengan begitu kita semua berharap kongres ini bisa berjalan dengan baik, tidak ada lagi halangan yang mengatakan kongres ini tidak sesuai peraturan dan lain-lain. Mari jika jalani prosesnya.
Β
Tentang peta persaingan dengan para kandidat yang lain?
Β
Semua calon memiliki potensi dan peluang. Jadi saya kita kita semua punya peluang. Kita hadapi saja dengan keunggulan masing-masing. Kami tentu saja punya keunggulan yang akan kami tawarkan. Yang terpenting adalah mendapat kepercayaan dari pemilik hak suara.
Β
Ada strategi khusus untuk mendapatkan kepercayaan itu?
Β
Kami menjalin hubungan yang baik dengan mereka. Kami pun punya sejarah dengan mereka, sehingga hubungan-hubungan itu harus dibangun dan dijaga. Saya mungkin agak cukup lama tidak mengikuti perkembangan sepakbola, tapi saya selalu terlibat di sepakbola, misalnya menjadi sponsor beberapa klub.
Β
Hubungan lama itu coba saya angkat. Komunikasi harus dilakukan, jaringan harus dibangun. Saya kira semua pihak harus dirangkul (termasuk Kelompok 78).
Β
Apa yang Anda tawarkan untuk memimpin PSSI ke depan?
Β
Secara umum kita tahu, sepakbola itu adalah membangun prestasi, olahraga kebanggaan di ASEAN, Asia bahkan dunia. Itu yang harus ditonjolkan, bagaimana untuk menuju ke sana. Maka kita harus membangun kompetisi yang sehat, sportif, mandiri, dan pastinya bersih.
Β
Untuk membangun kompetisi itu kita perlu kualitas SDM pemain, pelatih, ofisial pertandingan, juga diliput oleh stasiun TV dan dikemas dengan cara yang secara komersial memiliki nilai jual, sehingga sponsor masuk, dukungan berdatangan.
Β
Kemudian membangun pembinaan, agar suplai pemain berkualitas bisa berkesinambungan. Pembinaan sangat penting, infrastruktur juga harus dibenahi. Yang terbengkalai diperbaiki, stadion-stadion baru perlu dibangun. Itu semua penting untuk memperbanyak kompetisi, karena kompetisi membuat pemain bertambah jam terbangnya, mendapatkan pengalaman sehingga mereka bisa terus mengasah keterampilannya.
Β
Yang pasti, kita harus membangun industri sepakbola yang bisa membawa suatu perputaran nilai ekonomi di dalam sebuah olahraga sehingga kita bisa mandiri dan sebagainya.
Β
Saya rasa visi-visi itu juga dipunyai kandidat-kandidat yang lain. Tapi saya tegaskan, sebagai generasi muda kita harus memiliki kreativitas, komitmen, konsistensi dan kedisiplinan. Tanpa itu semua, apa yang kita rencanakan tidak akan berjalan dengan baik. Itu yang ingin kami bangun.
Β
Anda disebut-sebut sebagai salah satu calon yang favorit untuk memenangi pemilihan ini...
Β
Alhamdulillah jika begitu. Saya bersyukur. Tapi saya harus bisa membuktikan. Kita tidak bisa bicara dalam kongres. Kongres cuma langkah pertama dalam reformasi. Ke depan banyak yang harus dilakukan. Yang paling berat adalah tahun depan pemerintah menyetop APBD untuk klub-klub. Efisiensi itu memang sangat penting, daripada terlalu banyak mengeluarkan biaya-biaya yang terlalu membebani.
Β
Jika terpilih, apa yang pertama kali akan Anda lakukan?
Β
Hal pertama yang akan kami lakukan adalah re-organisasi, konsolidasi organiasi untuk mengembalikan semangat dan kepercayaan masyarakat pada PSSI, dengan memberikan komitmen dan keinginan besar untuk mengubah organisasi ini, termasuk dari orang-orang yang tidak kredibel, tidak kompeten, tak cuma di pusat, tapi juga di daerah-daerah.
(a2s/roz)











































