Berkaus merah bertulisan "Revolusi PSSI", massa pendemo yang berjumlah 20 sampai 30-an itu melakukan aksinya di depan Masjid Al Bina, tak jauh dari kantor PSSI di kompleks Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, karena polisi memang tidak membolehkan mereka memasuki kawasan tersebut.
Mereka tiba di lokasi sekitar pukul 12.20 WIB, Kamis (19/5/2011), dan langsung berorasi. Dua spanduk besar yang diusung berbunyi "Tangkap dan Adili Nurdin Halid, Nirwan Bakrie dan Nugraha Besoes: Penjahat Sepakbola" , serta "Nurdin Halid β Nirwan Bakrie - Agum Gumelar Metamorfosa Status Quo".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nurdin Halid memang sudah turun, tapi penjahat-penjahatnya, kroni-kroninya masih ada. Contohnya Agum Gumelar ketua Komite Normalisasi. Kami ingin melanjutkan perjuangan, menuntaskan revolusi PSSI ini," demikian salah satu orasi pendemo.
Tiga tuntutan tertulis yang mereka ajukan adalah: 1) Mendesak untuk memeriksa Nurdin Halid, Nirwan Bakrie, dan Nugraha Sepakbola; 2) Menyerukan kepada semua anak bangsa pecinta sepakbola dan suporter, untuk gotong royong menyelamatkan PSSI dari Nurdin Halid dan kaki tangannya; 3) Mendesak Agum mundur sebagai ketua Komite Normalisasi.
Saat berita ini diturunkan, aksi demo berlangsung tertib. Mereka sekadar berorasi mengungkapkan suara-suaranya. FIFA sebagai induk PSSI juga diminta tidak ikut campur dalam kepengurusan PSSI.
(a2s/rin)











































