Wacana pengalihan dukungan dari pasangan GT-AP kepada calon lain sudah berembus sejak beberapa waktu lalu. Jumat (8/7/2011) kemarin, salah satu pendukung GT-AP, Yunus Nusi, mengatakan ada beberapa nama yang dijajaki sebagai pengganti. Salah satunya adalah Djohar Arifin.
Pada akhirnya Djohar terpilih sebagai ketua umum PSSI periode 2011-2015 lewat voting yang berlangsung dalam dua putaran. Dalam tugasnya Djohar akan didampingi wakil ketua Farid Rahman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada prinsipnya tidak ada pengalihan. Kita satu tim. Ini sistem yang udah kita jalankan, tak ada yang baru. Satu tim, Pak Djohar dan Pak Arifin sama-sama kita juga. Kita bekerja satu sistem," kata Bob dalam perbincangan dengan detikSport di Hotel Sunan, Sabtu (9/7/2011) malam WIB.
"Kira-kira tiga minggu yang lalu, paling akhir Senin kemarin exercise mengenai hal ini sudah kita lakukan. Namun waktu itu AP ada di Paris, GT ada di Korsel. Jadi belum bicara dengan mereka," tandas pria yang juga terpilih sebagai Exco PSSI 2011-2015 itu.
GT dan AP adalah dua dari empat nama yang dinyatakan tidak eligible untuk mencalonkan diri sebagai ketua umum, wakil ketua umum, dan exco PSSI oleh FIFA.
Di kongres sebelumnya di Hotel Sultan, Jakarta akhir Mei silam, para pendukung GT dan AP masih berusaha mempertanyakan mengapa dua calon yang mereka usung tidak boleh maju oleh FIFA. Pertanyaan itu berbuah debat tanpa henti dan sehingga menyebabkan deadlock.
Lalu mengapa baru di kongres sekarang dukungan tersebut diberikan? "Dulu Pak Arifin tersangkut persoalan eligibility. Kita juga hubungan sama FIFA, yang terbaik bagaimana," jelas Bob.
Mantan pemain nasional Indonesia itu menegaskan dirinya siap untuk bekerjasama dengan pasangan Djohar-Farid.
"Harus siap. Tidak ada jalan lain. Bekerja dengan mereka bisa lebih gampang, karena tidak ada pertentangan," tutupnya.
(nar/din)











































