Rijsbergen, seperti telah diberitakan sebelumnya, mengatakan bahwa para pemain tidak bermain dengan baik ketika Indonesia ditaklukkan Bahrain 0-2. Ia mengatakan bahwa para pemain tak mampu memraktikkan simple football dan berniat untuk mencari pemain baru yang bisa bermain dengan baik di level internasional.
Cerita tak berhenti sampai di situ karena Rijsbergen ternyata juga memarahi para pemain di ruang ganti. Sikapnya yang terakhir ini berbuntut pada pemboikotan tujuh orang pemain, yang dikatakan tak ingin dilatih oleh dirinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kira (sikap pemain) itu wajar. Mereka kan sudah dewasa dan profesional," ujar pengamat sepakbola dan politik Ari Junaedi kepada detikSport.
"Sikap itu wajar karena mereka berada di tengah tuntutan besar, apalagi sudah kalah dua kali dari Iran dan Bahrain."
"PSSI hanya cukup memberikan semacam peringatan kepada Wim, dia 'kan sebelum ini baru melatih PSM di Indonesia, mungkin harus lebih tahu karakter para pemain," tukas Ari.
Di sisi lain, ia juga menilai bahwa pertemuan beberapa pemain dengan mantan pelatih Alfred Riedl adalah hal yang biasa. Sama seperti halnya seseorang yang bertemu dengan mantan guru.
"Itu wajar-wajar saja, seperti ketika kita bertemu mantan guru. Biasa-biasa saja. Justru yang mengada-ada adalah komentar yang mengatakan bahwa mereka bakal dihukum," katanya.
Sebelum ini, Koordinator timnas Bop Hippy menyebut kalau saling tuduh dan menyalahkan tidak akan menyelesaikan masalah. Bob menyebut kalau pemain, pelatih dan manajemen tim punya kesalahan dan harus bersama-sama melakukan introspeksi memperbaiki kesalahan.
"Masalah ini tidak bisa dilihat hanya sephak-sepihak. Harus dilihat secara keseluruhan. Harus dilihat performa di lapangan. Main bagus nggak mereka (pemain) di lapangan, sudah disiplin belum mereka. Begitu juga dengan pelatih dan manajemen. Ini harus dilihat secara keseluruhan," demikian ucap Bob.
(roz/din)











































