Hal itu diungkapkan Halim kemarin (28/2), menyusul keputusan rapat Komite Eksekutif versi Djohar Arifin dan La Nyalla Mattalitti yang memecat dirinya sebagai sekjen PSSI, yang oleh kubu Halim ditentang karena rapat tersebut dianggap tidak sah.
"Untuk saat ini ada tiga hotel yang menjadi pilihan (untuk menggelar kongres), yaitu Grand Hyatt, Gunung Putri dan Pine Mansion di Bandung," ujar Halim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lima orang sudah kami tugaskan untuk melakukan verifikasi. Perwakilan kami akan bekerja sama dengan tim verifikasi dari lembaga lain," kata dia.
Dualisme sudah menjadi bagian dari dunia sepakbola Indonesia terutama sejak hampir dua tahun lalu. Setelah Djohar memenangi pemilihan ketua umum PSSI di Solo pada Juli 2011, La Nyalla dkk. kemudian membentuk Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI).
Efeknya sangat βdahsyatβ karena dua kompetisi, IPL dan ISL, berjalan tidak berdampingan, saling berebut pengaruh dan penonton, sampai-sampai KPSI kemudian pun membentuk skuat yang mereka sebut βtimnasβ dengan julukan βThe Real Garudaβ.
Terakhir, terjadi perpecahan di interen PSSI. Djohar βberdamaiβ dengan La Nyalla setelah Menpora Roy Suryo mencoba memfasilitasi dan diperintahkan FIFA untuk menggelar kongres di Jakarta pada 17 Maret mendatang, yang mana tempatnya adalah Hotel Borobudur.
(/)











































