Jelang Persebaya vs Persija
Balas Dendam, Juara & Sempurna
Kamis, 23 Des 2004 08:13 WIB
Jakarta - Bukan hanya gelar juara yang diraih Persebaya jika berhasil mengalahkan Persija. Tetapi juga pembalasan dendam ditambah pesta yang sempurna di hadapan "Bonekmania".Pertemuan Persebaya dan Persija sebagai partai penentu juara Liga Indonesia X terasa sangat dramatis. Selain sebagai partai partai pamungkas, nuansa balas dendam turut memanaskan suasana.Pada pertemuan pertama 15 April lalu di Stadion Lebakbulus Persebaya terpaksa menelan pil pahit kalah 1-3. Saat itu kondisinya hampir sama dengan apa yang akan dihadapi Persija di stadion Gelora 10 November sore ini (23/12/2004), yaitu bertanding tanpa suporter fanatiknya.Sudah tradisi jika "Bonekmania" bertemu dengan "The Jakmania", akan terjadi benturan. Inilah yang membuat panitia pelaksana memilih jalan aman, dengan melarang pendukung tim tamu datang dari daerah asalnya.Di depan sekitar 20 ribu pendukungnya, Persija sudah terbukti perkasa. Kini kita tinggal melihat apakah Persebaya mampu memanfaatkan perputaran roda untuk membalas kekalahan.Selain keuntungan sebagai tuan rumah, Persebaya sebenarnya memiliki keunggulan atas lawannya. Secara statistik "Bajul Ijo" adalah tim yang terbaik musim ini baik dalam mencetak gol maupun bertahan. Sebanyak 53 gol yang dikoleksi Persebaya merupakan jumlah terbanyak di Liga Indonesia musim ini, sementara 25 gol kemasukan merupakan jumlah paling sedikit.Hal menarik lainnya yaitu tidak seorangpun pemain Persebaya yang bercokol dalam peringkat lima besar topskor. Artinya Persija harus berhati-hati karena Persebaya memiliki lebih dari satu penyerang yang cukup tajam dalam mencetak gol. Tetapi duet Danilo Fernando dan Christian Carasco akan paling membahayakan, karena kedua pemain ini sama-sama mengoleksi 14 gol.Keputusan PSSI untuk menggelar penutupan di stadion Gelora 10 November juga menjadi faktor non teknis yang cukup menarik. Secara normal, tim juara akan merayakan suksesnya dengan menerima piala. Akan menjadi "ganjil" jika Piala Presiden yang sudah berada di Surabaya, justru diserahkan kepada calon juara lainnya PSM Makasar, yang bertanding di stadion Mattoangin.Mungkin akan lebih pas jika Persebaya menyempurnakan prestasi mereka. Menjadi juara dengan status tim terbaik di hadapan para suporternya. (lom/)











































