Malam Ini Final 2 Piala Tiger
Runner Up Lagi, Atau Juara Baru
Minggu, 16 Jan 2005 11:47 WIB
Jakarta - Final kedua Singapura vs Indonesia tinggal hitungan jam. Bagi Indonesia ini adalah kesempatan menjadi juara baru atau tetap sebagai spesialis runner-up.Piala Tiger 2004 merupakan yang paling banyak diwarnai kejutan, dari lima kali penyelenggaraan. Untuk pertama kalinya raksasa sepakbola Asia Tenggara, Thailand gagal melangkah ke babak semifinal. Padahal "Negeri Gajah Putih" itu sebelumnya sangat mendominasi dengan menjadi juara tiga kali (1996, 2000 dan 2002).Singapura merupakan satu-satunya negara yang pernah menjuarai Piala Tiger selain Thailand, yakni tahun 1998 dengan mengalahkan tuan rumah Vietnam 1-0. Kini The Lions memiliki kesempatan untuk mengulangi sukses mereka.Prestasi tim asuhan Radojko Avramovic di Piala Tiger 2004 memang cukup mengejutkan. Pasalnya selain juara tahun 1998, Singapura tidak memiliki prestasi yang istimewa.Kejutan lain yang dibuat Singapura ialah saat menekuk tuan rumah Indonesia di final pertama 8 Januari lalu. Singapura yang tadinya dianggap underdog dibanding Indonesia, kini justru berbalik menjadi favorit juara.Indonesia yang menembus babak final untuk ketiga kalinya berturut-turut, memang belum bisa dianggap habis. Ingat saat babak semifinal melawan Malysia, Ponaryo Astaman cs yang kalah 1-2 di Jakarta justru menang 4-1 di Malaysia.Tim asuhan Peter Withe ini sepertinya memang merasa lebih nyaman bermain di luar Jakarta. Salah satu yang disinyalir menjadi pemicunya adalah tekanan luar biasa akibat ulah penonton yang brutal. Bahkan Withe pernah mengeluhkan ulah penonton yang merusak tempo permainan yang sedang dikembangkan pemainnya.Pada pertandingan penentu di Stadion Nasional Singapura pukul 18.30 WIB, Indonesia tidak memiliki pilihan selain menang dengan minimal selisih tiga gol. Ini bukan hal yang mustahil, tetapi juga tidak mudah.Kondisi Boaz Solossa yang selama Piala Tiger 2004 memberi warna baru bagi Tim "Merah Putih", hingga saat ini masih belum jelas. Kemungkinan besar Boaz tidak akan bisa bermain. Kondisi ini akan merugikan Indonesia yang juga kehilangan Mauly Lessy dan Charis Yulianato karena akumulasi kartu. Padahal dua pemain terakhir juga menjadi penyumbang gol bagi Indonesia meski berperan sebagai pemain belakang.Lagi-lagi Withe dituntut menunjukkan kejeniusannya menentukan pemain pengganti, serta strategi yang akan diterapkan. Selain itu tentu saja Ilham Jaya Kesuma dan Kurniawan Dwi Yuilanto menjadi tumpuan harapan, untuk menghasilkan selisih tiga gol yang dibutuhkan.Jika sebelumnya Indonesia telah melakukan keajaiban di babak semifinal, kini keajaiban tersebut dibutuhkan lagi. Kemungkinan hasil akhirnya hanya ada dua, menjadi spesialis runner-up atau juara baru. (lom/)










































