Ola, Brazil! Ini Wakil Indonesia di Final Dunia DNC 2014

Laporan dari Brasil

Ola, Brazil! Ini Wakil Indonesia di Final Dunia DNC 2014

- Sepakbola
Jumat, 07 Nov 2014 11:48 WIB
Ola, Brazil! Ini Wakil Indonesia di Final Dunia DNC 2014
Rio de Janeiro -

Terbang selama 24 jam bukan waktu yang sebentar tentunya. Namun, perjalanan panjang membelah waktu dan melintasi benua itu terbayar sudah ketika kami bisa mengucap: Ola, Brazil!

Atas undangan Aqua Danone, detiksport mengiringi kiprah 12 anak asal Purwakarta yang tergabung dalam SSB Asad, yang akan tampil di final dunia Danone Nations Cup (DNC) 2014, yang digelar di Sao Paulo 14-16 November ini.

Perjalanan panjang itu sendiri sudah dilakoni oleh SSB Asad asuhan Muhammad Ramdan sejak babak regional wilayah hingga final nasional, di mana Yadi Mulyadi dkk. mengalahkan ribuan SSB lainnya untuk bisa jadi wakil Indonesia di turnamen yang disebut-sebut "Piala Dunia-nya U-12" itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Maka, ketika mereka menginjakkan kakinya di Bandara Soekarno Hatta, Rabu (5/11) malam WIB kemarin, petualangan mereka untuk merebut titel juara dunia pun dimulai. SSB Asad berangkat menuju Dubai sebagai tempat persinggahan pertama sebelum bertolak ke Rio De Janeiro.

Rombongan tim dipimpin oleh Jacksen F Tiago, yang ditunjuk Aqua Danone sebagai pelatih kepala. Mendampingi pelatih top itu antara lain pelatih SSB Asad, M. Ramdan, manajer SSB Asad, Alwi, serta Muhammad Anugerah yang dipercaya sebagai manajer tim di turnamen DNC 2014.

Pukul 00.15 burung besi berkode EK 247, membawa rombongan menuju Dubai. Meski bagi sebagian besar anggota skuat Asad itu adalah pengalaman terbang pertamanya, mereka sangat antusias alih-alih merasa cemas atau khawatir.

Sepanjang perjalanan yang menghabiskan waktu sekitar 8 jam itu, mereka asyik sendiri dengan hiburan yang ada di pesawat. Bahkan mereka pun tak sungkan meminta foto bersama bareng awak kabin pesawat. "Wah, geulis (cantik dalam bahasa Sunda) ya pramugarinya," ujar mereka serempak.

Sekitar pukul setengah 6 pagi waktu setempat pesawat tiba di Dubai International Airport. Tak banyak waktu istirahat kami di sana, karena jam 07.00 kami sudah harus take off lagi ke Rio De Janeiro.



Di sinilah kelelahan dan kebosanan mulai menerpa kami khususnya anak-anak. Berada 14 jam di dalam pesawat bukan sesuatu yang menyenangkan, dan tentunya Anda yang kerap bepergian ke luar negeri tahu bagaimana rasanya. Namun, tak satupun dari mereka yang menunjukkan rasa capeknya dan tetap asyik sendiri bersenda gurau dengan teman-temannya.

Sebagai catatan Brasil sedang menuju musim panas, perbedaan waktu dengan Indonesia sudah sekitar 9-10 jam.

Perjalanan yang melelahkan badan dan pikiran itu pun akhirnya tuntas, saat Patung Christ The Redeemer menyapa kami ketika melongok ke jendela pesawat.

Ketika turun dari pesawat satu per satu anak pun meneriakkan "Brazil, Brazil." Kurang lebih sejam kami mengurus bagasi dan imigrasi, rombongan pun bergegas menuju bus yang sudah disiapkan.

Perjalanan panjang ternyata tak tuntas sampai di situ saja, karena dari Galeao International Airport menuju tempat kami menginap di Andef Sport Center, memakan waktu cukup lama sekitar 2 jam.



Lalu lintas padat dan jalan yang cukup jauh serta berbukit-bukit harus kami lalui, sebab Andef terletak di Niteroi, kota di pinggiran Rio De Janeiro.

"Mungkin kalau di Jakarta seperti di Bekasi lah," ujar Jacksen, yang memang berasal dari Rio, di dalam bus sambil sedikit bercanda yang disambut gelak tawa kami semua.

Tapi penantian panjang selama 27 jam ini terbayar, ketika melihat lokasi Andef yang ada di perbukitan dan diselimuti udara sejuk khas Puncak.

Andef Sport Center adalah pusat pelatihan yang khusus diberikan oleh pemerintah Brasil, untuk atlet-atlet penyandang cacat.

Usai beristirahat selama sejam, anak-anak itu pun menjalani sesi makan malam mulai pukul 20.00 yang dilanjutkan dengan bermain mini soccer sejenak.

Jam tepat menunjukkan 22.00 dan anak-anak pun harus kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat, karena keesokan paginya harus menjalani sesi latihan.

Rencananya pasukan "Garuda Cilik" ini akan digenjot Jacksen di Rio selama lima hari sebelum bertolak ke Sao Paulo untuk mengikuti turnamen internasional yang diikuti oleh 32 negara.

Salam dari Rio.



(mrp/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads