Diri sendiri terkadang malah menjadi lawan yang paling sulit dalam berbagai hal. Ketidakmampuan mengatasi hal itu, terkadang malah berujung pada kegagalan untuk meraih prestasi.
Itulah yang disampaikan oleh Jacksen F Tiago kepada anak asuhnya yang tergabung di SSB Asad Purwakarta, peserta final dunia Danone Nation Cup (DNC) 2014, pada 14-16 November di Sao Paulo, Brasil.
Percakapan itu muncul ketika pelatih top asal Brasil itu melihat Yadi Mulyadi dkk. susah untuk menyantap makanan selama di Brasil yang disediakan oleh pihak Andef Sport Centre.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iklim 'Negeri Samba' yang tropis mungkin tak jadi persoalan karena tak berbeda jauh dengan Indonesia. Anak-anak SSB Asad tentu sudah biasa dengan sinar matahari dan iklim di Brasil.
Namun, problem klasik berupa makanan atau bahasa yang kerap dijumpai oleh atlet-atlet Indonesia saat sedang bertanding di luar negeri juga dialami SSB Asad. Apalagi, mereka pertama kali ini merasakan berada di negeri orang.
Perbedaan bumbu, rempah-rempah, serta cara pembuatan, membuat rasa yang berbeda di lidah anak-anak tersebut, Padahal, bahan makanan yang disajikan, seperi daging sapi atau ayam, nasi, sama saja. Maka, wajar jika kemudian ada beberapa anak yang merasa tak cocok dengan makanan itu, hingga tak mau menghabiskannya.
Hal ini sontak mengundang reaksi dari Jacksen. Dia meminta anak-anak untuk mencoba makanan, yang disebut mempunyai standar yang sama dengan asupan gizi para pesepakbola Brasil.
"Ayo coba dimakan dulu, ini sudah diatur oleh ahli gizi dan biasa dimakan oleh para pemain bola Brasil seperti Kaka, Neymar, Ronaldinho, makannya kayak begini," ujar Jakcsen dalam acara makan malam, Kamis (7/11), usai tiba dari perjalanan panjang selama 27 jam dari Jakarta menuju Rio de Janiero.
"Bagaimana bisa mengalahkan lawan, kalau kalian tidak bisa mengalahkan diri sendiri. Itu kuncinya kalau mau jadi juara. Ayo dimakan, ini enak-enak kok," sambung Jacksen sambil menyantap hidangan miliknya seraya mencontohkan kepada anak-anak.
Melihat Jacksen seperti itu, anak-anak kemudian mencoba melahap makanan tersebut dan akhirnya bisa dihabiskan.
Hari ini anak-anak pun sudah mulai membiasakan dengan makanan-makanan khas Brasil dan tampaknya usaha Jacksen untuk menggembleng SSB Asad soal makanan berjalan sukses.
Memang, persoalan makanan ini jadi hal non-teknis yang kadang kurang begitu diperhatikan. Namun, besar peranannya untuk atlet agar kondisi mereka tetap terjaga dan bisa tampil sip saat latihan maupun bertanding.
(mrp/cas)











































