Jacksen sendiri belakangan sedang disibukkan dengan kegiatannya sebagai pelatih kepala untuk SSB Asad 313 Purwakarta - nama asli Garuda Muda Indonesia -, yang akan tampil di final dunia Danone Nations Cup (DNC) 2014.
Sejak pertengahan September lalu, Jacksen yang saat itu masih menjadi pelatih Persipura Jayapura menangani Garuda Muda. Dia kini sepenuhnya melatih Yadi Mulyadi dan kawan-kawan usai berpisah dengan 'Tim Mutiara Hitam'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Banyak kesan manis yang didapat oleh Jacksen selama melatih Garuda Muda, salah satunya adalah soal potensi tim ini ke depannya. Pria Brasil itu menilai anak-anak Garuda Muda bisa saja menjadi hebat seperti kakak-kakak mereka di timnas U-19, yang menghebohkan Indonesia lewat prestasi oke mereka di 2013, yakni juara Piala AFF dan lolos ke putaran final Piala Asia U-19.
Meski demikian, Jacksen meminta seluruh elemen sepakbola untuk memantau perkembangan mereka dari usia 12 tahun hingga nantinya mereka memasuki karier profesionalnya. Pasalnya, pembinaan usia muda kerap jadi masalah klasik di Indonesia.
Apalagi Jacksen menyebut tim Garuda Muda yang dia tangani punya kelengkapan sebagai sebuah tim, terutama di lini tengah dan depan, yang memang jadi kekuatan mereka.
"Kalau saya melihat mereka ini, saya justru lebih yakin sepakbola Indonesia punya potensi dan putra-putra yang berprestasi, potensi untuk beprestasi. Kita lihat kemarin di Rio de Janeiro (TC Garuda Muda --red), mereka melawan tim Brasil yang cukup tangguh, mereka beri perlawanan yang luar biasa. Mereka tidak kalah dari aspek mental, permainan. Mungkin hasil akhir, lawan dua tingkat di atas kita dari aspek umur," ujar Jacksen dalam wawancara dengan detikSport di Paradise Golf dan Lake Resort, Sao Paulo, Kamis (13/11/2014) siang waktu setempat.
"Tapi, dari aspek permainan anak-anak sangat luar biasa. Kalian bisa lihat sendiri, kalian adalah bukti, saksi. Orangtua dari para pemain Brasil itu memuji permainan mereka, meminta foto bareng. Indonesia punya potensi sangat luar biasa, sekarang bagaimana kita bisa membina mereka sejak usia dini hingga senior. Tinggal kita mengawal mereka sampai menjadi tim yang tangguh seperti timnas U-19," katanya.
(mrp/mfi)











































