Hal itu disampaikan salah satu anggota Tim Sembilan, Imam B. Prasodjo, usai melakoni rapat perdana di Kantor Kemenpora, Jakarta, Senin (5/1) sore WIB.
Bukan tugas yang mudah memang membenahi bobroknya sepakbola nasional, mengingat masyarakat Indonesia sendiri sudah jenuh melihatnya. Terlebih lagi prestasi timnas Indonesia juga gitu-gitu aja dan tak ayal ini membuat masyarakat menginginkan adanya pembenahan besar-besaran di sepakbola nasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βSpiritnya saya pribadi kalau tim Sembilan ini bisa didukung oleh publik dan Anda semua, dengan fokus penataan tata kelola yang baik, seperti pembentukan karakter yang berdasar pada sportivitas, siapa tahu akan ada tim Sembilan yang lain, bukan harus kami. Silakan saja, yang penting diberesilah persoalan di negeri ini," ujar Imam.
"Masa ada praktek-praktek sepakbola gajah sih. Ini sampai jadi pembicaraan di luar negeri loh. Saya bukan orang sepakbola tapi malu betul secara karakter. Makanya siapa tahu tujuan kami datang ke sini ini mempunyai impact yang baik,β sambung Imam.
Senada, Oegroseno selaku koordinator Tim Sembilan berharap dengan adanya tim yang dipimpinnya, karakter bangsa Indonesia bisa semakin kuat.
"Dengan Tim Sembilan ini diharapkan character building bisa semakin kuat. Masa segini banyak engga ada yang bisa juara Asia Tenggara dulu lha. Kayak kemarin masa kalah dari Filipina. Mungkin sekali-sekali 2-3 atau 1-2, kalau dibikin nol kan⦠makanya gol kita sebenarnya character building itu," kata Oegroseno.
(mcy/mrp)











































