Hadapi Liga Champions Asia
Persebaya Juga Minta Disubsidi
Minggu, 30 Jan 2005 15:20 WIB
Jakarta - Dua tim yang terpilih mewakili Indonesia di ajang Liga Champions Asia (LGA) 2005 menghadapi kendala dana. Sama seperti PSM Makassar, jika tidak disubsidi Persebaya Surabaya merasa keberatan.Demikian dikatakan manajer Saleh Mukadar saat ditemui wartawan di Hotel Le Meridien, Jakarta, Minggu (30/1/2005), sebelum rapat klub-klub dengan PSSI untuk membahas perkembangan format Liga Indonesia XI.Saleh menyebutkan, untuk mengikuti putaran pertama LGA Persebaya membutuhkan biaya kurang lebih sama dengan Persik Kediri. Musim lalu juara Ligina X itu mengeluarkan dana sekitar tiga miliar rupiah.Selain tiga kali terbang ke luar negeri, setiap tim tuan rumah juga diharuskan menanggung semua akomodasi buat tim lawan yang bertandang. Adapun bantuan sebesar 10 ribu dolar AS yang dijanjikan Konfederasi Asia (AFC) baru cair setelah babak penyisihan grup selesai."Bagi kami biaya sebesar itu berat jika ditanggung sendiri. PSSI hendaknya ikut bertanggung jawab jika ingin mengirim sebuah tim ke LGA. Mereka mesti ikut mensubsidi kami," tukas Saleh. Ditanya berapa nilai subsidi yang patut, ia menjawabnya dengan terlebih dulu menceritakan pertemuannya dengan manajer PSM Kadir Halid. "Pak Kadir minta Rp 500 juta. Kalau tidak mereka akan mundur.""Dana yang diperlukan PSM mungkin lebih besar daripada Persebaya karena mereka harus pergi ke Jepang, Cina, dan Thailand. Sedangkan pertandingan away kami ke Thailand, Vietnam, dan Korea Selatan," terang Saleh. Hasil undian menempatkan Persebaya selaku juara Ligina X di Grup G bersama Krung Thai Bank (Thailand), Binh Dinh (Vietnam), dan Bosan I'cons (Korea). PSM, runner up Ligina X, tergabung di Grup F dengan BEC Tero Sasana (Thailand), Yokohama F Marinos (Jepang), dan Shandong Luneng (Cina). (a2s/)











































