Kurniawan Dwi Yulianto tetap sibuk setelah pensiun sebagai pesepakbola profesional. Aktivitas terbarunya adalah menjadi talent scouter dalam program CLEAR Ayo! Indonesia Bisa Academy.
Dalam program CLEAR Ayo! Indonesia Bisa Academy yang digelar mulai bulan Februari, Kurniawan akan memantau para pemain muda berbakat yang mengikuti seleksi di berbagai kota di Indonesia. Bersama pelatih dari Manchester United Soccer School, pemain yang dulu dijuluki 'Si Kurus' itu akan datang ke enam kota yang dipilih menjadi lokasi talent scouting di tingkat provinsi.
Kurniawan dan pelatih dari Manchester United Soccer School nantinya akan memilih 11 pemain terbaik di antara ribuan peserta seleksi. 11 pemain terbaik itu berhak untuk mengikuti training camp di Manchester United Soccer School di Inggris, bulan Mei mendatang.
Sebelum CLEAR Ayo! Indonesia Bisa Academy benar-benar dimulai, dibuat sebuah tayangan promosi di program Galeri Sepakbola Indonesia (GSI) di Trans7. Kurniawan menjadi bintang utama dalam tayangan tersebut.
Terkait hal tersebut, Kurniawan menjalani syuting bersama kru GSI pada Kamis (29/1/2015). Syuting dilakukan di sebuah lapangan di Kelurahan Kebon Pala, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur.
Kurniawan yang ditemani oleh beberapa rekannya tiba di lokasi syuting sekitar pukul 09.30 WIB. Dia datang dengan memakai kaus, celana 3/4, dan sepatu kets. Pria yang kini berusia 38 tahun itu selanjutnya mengganti kausnya dengan kaus hitam yang menjadi kostum syutingnya.
Kehadiran Kurniawan rupanya menarik perhatian warga setempat. Puluhan warga mulai para pemuda, anak-anak, hingga ibu-ibu antusias menonton proses syuting bersama mantan pemain yang pernah merumput di Eropa itu. Mereka mengelilingi lapangan futsal yang menjadi tempat syuting.
Selain menjadikan Kurniawan sebagai bintang utama, pengambilan gambar juga melibatkan lima remaja laki-laki setempat. Dalam tayangan ini, Kurniawan akan bermain bola bersama lima remaja itu untuk mempromosikan CLEAR Ayo! Indonesia Bisa Academy.
Proses syuting berjalan cukup seru dan diselingi tawa. Kurniawan dan lima remaja yang menemaninya mengikuti setiap arahan dari director dan menjalani adegan demi adegan. Jika dirasa belum sreg, director akan meminta pengulangan adegan.
Proses syuting akhirnya selesai sekitar pukul 11.00 WIB. Setelah syuting selesai, Kurniawan dengan ramah melayani permintaan foto bersama dari tokoh masyarakat setempat dan beberapa warga. Dia kemudian meninggalkan lokasi syuting.
"Negara kita kan sangat besar. Bakat-bakatnya juga luar biasa. Alangkah disayangkan kalau bakat-bakat ini tidak diasah dengan benar. Yang jadi pekerjaan rumah PSSI sendiri 'kan bagaimana mengasah bakat pemberian alam ini menjadi sesuatu yang di trek-nya," ujar Kurniawan soal CLEAR Ayo! Indonesia Bisa Academy.
Dalam karier profesionalnya, Kurniawan pernah mencicipi Sampdoria Primavera dan merumput di FC Luzern (Swiss). Dia selanjutnya pulang ke Indonesia dan melanglang buana di berbagai klub, mulai Pelita Mastrans, Pelita Bakrie, PSM Makassar, PSPS Pekanbaru, Persebaya Surabaya, dan Persija Jakarta. Sempat sebentar bermain untuk Sarawak FA di Liga Malaysia, dia kemudian membela PSS Sleman, Persitara Jakarta Utara, Persisam Putra Samarinda, Persela Lamongan, PSMS Medan, Tangerang Wolves, dan Pro Duta. Persipon Pontianak adalah klub terakhir yang diperkuatnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada awal tahun lalu, Kurniawan menjadi pelatih Chelsea Soccer School. Dia kini akan menjadi talent scouter untuk program CLEAR Ayo! Indonesia Bisa Academy.

(mfi/a2s)











































