Demikian diungkapkan Imam Nahrawi saat menutup LIGA HOS Tjokroaminoto CUP di Legenda Football Academy, Tambun, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (1/2/2015). Keberhasilan Indra Sjafri membangun tim U-19 yang tangguh disebut Menpora sebagai contoh nyata kalau Indonesia sebenarnya tidak pernah kehabisan bibit pemain.
"Saya akan ikuti cara Indra Sjafri, yaitu mencari bibit pesepakbola handal sebanyak-banyaknya di seluruh Indonesia. Kita didik, kita kirim ke akademi-akademi, kita perhatikan fisiknya, tekniknya sampai siap untuk masuk tim," ujar Imam Nahrawi dalam rilis yang diterima detikSport.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya bangga dengan Legenda Football Academy dan ASSBI karena inilah modal kita menembus Piala Asia dan Piala Dunia. Pemerintah fokus pada bibit-bibit muda dan terus akan mendukung ASSBI dan seluruh akademi sepakbola di Indonesia," tegas Menpora dihadapan pesepakbola dari berbagai akademi.
Menpora juga meminta agar semua akademi mulai memperbaiki kualiltas dan manajemen pengelolaannya. "Belajarlah dari akademi-akademi besar dunia. Tanpa profesionalisme, hasil yang akan didapat tidak akan maksimal. Terutama pelatih, terus tingkatkan kemampuannya agar bisa melatih para pesepakbola kita lebih baik lagi," tukas pria kelahiran Bangkalan Madura ini.
Dalam kejuaran ini keluar sebagai peringkat pertama kesebelasan Kabo Bogor, diikuti oleh Petrokimia soccer school dan Bekasi Putra.
(din/roz)











































