Ajang pencarian bakat 'Clear Ayo! Indonesia Bisa Academy' di Kota Aceh resmi ditutup. Kurniawan Dwi Yulianto meminta para pemain tak cepat puas atau kecewa dengan hasil yang dituai.
Aceh sebagai pembuka ajang pencarian bakat pemain usia 16-17 tersebut memunculkan Sekolah Sepakbola (SSB) Brata Bireun sebagai juara. Peringkat kedua ditempati Aneuk Rincong Banda Aceh. Diikuti Real Madrid Banda Aceh dan Mutiara Pidi.
Dua talent scouting, Kurniawan dan Zainal Abidin, mendapatkan sejumlah anak yang akan ditarungkan dengan hasil dari provinsi lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menjadi juara di sini tidak cukup. Para pemain harus mempunyai mimpi setinggi mungkin," pesan dia.
Zainal juga meminta para pemain muda itu untuk sabar dan fokus menjalani proses menjadi seorang pemain berkualitas. Bukan cuma mengejar juara di level junior.
"Kami mendapatkan 40 pemain masuk nominasi. Nama-nama ini akan kami pertimbangkan lagi bersama Clear dan Mahaka. Ini sebuah potensi yang sangat luar biasa," kata Zainal.
"Para pemain tak boleh berhenti di sini dalam melakukan proses. Jadi, jangan berpikir bermain bola untuk hari ini saja. Kalah bukan berarti menghentikan karier kalian. Menang juga jangan bikin cepat puas," beber dia.
(fem/din)











































