Lewat Coke Kicks 2015, Rochi Putiray Ingin Benahi Mental Bertanding Pemain-pemain Muda

Lewat Coke Kicks 2015, Rochi Putiray Ingin Benahi Mental Bertanding Pemain-pemain Muda

- Sepakbola
Kamis, 30 Apr 2015 19:57 WIB
Lewat Coke Kicks 2015, Rochi Putiray Ingin Benahi Mental Bertanding Pemain-pemain Muda
detikSport/Lucas Aditya
Jakarta - Eks pemain tim nasional Indonesia, Rochi Putiray, punya misi yang hendak dicapai dalam pembinaan pemain usia dini. Dia ingin membenahi karakter dan teknik bibit pesepakbola muda.

Hal itu akan dilakukan Rochi lewat Coke Kicks 2015, program pelatihan sepakbola dasar bagi anak-anak berusia 12-17 tahun, yang berlangsung di 10 kota. Sebanyak 1.280 anak serta 100 pelatih dari 10 kota akan dilibatkan.

Dalam gelaran Coke Kicks yang kelima ini, Raja Ampat, Medan, Bandung, Semarang, Padang, Surabaya, Lampung, Balikpapan, Jakarta, dan Bali, dipilih menjadi lokasinya.

Acara yang menggandeng Asian Soccer Academy (ASA) ini sudah berlangsung di Raja Ampat (11-12 April) dan Medan (18-19 April). Soal pemilihan tempat, Coca-Cola Amatil selaku penyelenggaranya memberikan penjelasan.

"Pemilihan itu berdasarkan pada daerah operasi perusahaan kami," ungkap CSR Specialist Coca-cola Amatil, Ardhina Zaiza, di Kota Kasablanka, Jakarta, Kamis (30/4/2015).

Penasihat teknik ASA, Lee Hawkins, mengungkapkan bahwa secara teknik para pemain muda Indonesia tak kalah dengan negara lain. Tapi, ada faktor penghambat perkembangan.

"Pendidikan, kualitas hidup, kedisiplinan, nutrisi, masalah kesehatan, dan respek, menjadi penghambatnya. Lewat ajang ini saya ingin membangun bakat muda dari sisi kemampuan teknis dan karakter positif," ucap Hawkins.

Soal masalah mental bertanding para pemain Indonesia, Rochi mengakui bahwa memang ada kendala. Dia mencontohkan saat dirinya mengikuti sebuah festival sepakbola di Prancis kala masih belia.

"Soal endurance, saya selalu lima besar. Soal crossing, para pemain muda negara lain juga sering salah. Tapi saat bertanding, mental saya yang kurang," ungkap Rochi.

"Dengan banyaknya ajang seperti ini, seharusnya kita sudah bisa meraih prestasi. Federasi lebih banyak duduk, database pemain bisa didapat dari ajang seperti ini."

"Tapi, yang terjadi kualitas bibit pemain malah menurun. Hal itu terjadi karena pelatih tak memerhatikan detail saat memberi latihan. Untuk itu, program ini sangat berguna bagi pesepakbola usia dini maupun pelatihnya," imbuhnya.

Perhelatan ini akan berlangsung hingga bulan November mendatang. Balikpapan dan Bali akan menjadi penutup rangkaian acara Coke Kicks 2015. Rochi sendiri didapuk menjadi pemantau ajang ini.

(cas/mfi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads