Medio Januari lalu Persik yang merupakan klub tempatnya bernaung sudah dibubarkan menyusul kegagalan mengikuti kompetisi ISL 2015. Para pemainnya, termasuk M. Fachrudin, dipulangkan.
Setelah itu pria kelahiran Tanggulangin Sidoarjo 14 April 1982 tersebut juga belum bisa mencoba peruntungan di klub lain karena adanya pembekuan PSSI oleh Kemenpora, disusul dengan sanksi FIFA kepada PSSI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejak saya diputus kontrak, langsung berpikir bahwa pesepakbola itu belum tentu atau belum jelas untuk masa depan. Kemudian saya memutuskan untuk berjualan kepiting," ujarnya kepada detikcom, Selasa (23/6/2015).

Mengandalkan sepeda motor atau mobil, M. Fachrudin menjajakan kepiting dagangannya dalam kemasan siap saji. Pembeli pun tidak perlu menunggu lama untuk menyantapnya.
"Kepiting asli Sidoarjo, lain dengan kepiting dari daerah lain. Kepiting asam manis masakan saya ini tidak menggunakan bumbu masak instan, bumbunya buatan sendiri," ucapnya berpromosi.
M. Fachrudin mengaku menikmati profesi barunya ini. Namun, ia masih memendam keinginan untuk kembali berkecimpung di dunia sepakbola.
"Kalau nanti kemelut sepakbola sudah selesai dan ada yang meminang saya pun siap," kata pemain yang juga pernah memperkuat Arema Malang, Sriwijaya FC, Persisam, dan Deltras tersebut.
(krs/cas)











































