'Semoga Final Piala Presiden Berjalan Aman & Tertib'

'Semoga Final Piala Presiden Berjalan Aman & Tertib'

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Kamis, 15 Okt 2015 18:33 WIB
Semoga Final Piala Presiden Berjalan Aman & Tertib
Jakarta -

Perhelatan final Piala Presiden tak dipungkiri diiringi kekhawatiran bakal ada kericuhan suporter. Meski demikian, dengan keamanan tingkat tinggi maka dipastikan hal itu tidak akan terjadi.

Dengan keputusan venue final Piala Presiden di Stadion Gelora Bung Karno, Minggu (18/10), maka yang terlintas di pikiran penggemar sepakbola adalah kemungkinan munculnya bentrok suporter Persib Bandung, finalis turnamen ini, dengan suporter Persija Jakarta, yang memang bermarkas di ibukota.

Wajar adanya mengingat kedua kelompok suporter itu sudah lama bersitegang. Maka itu, sejak lama kedua suporter, baik Bobotoh maupun The Jak, tidak pernah mengikuti timnya jika sedang melakukan laga tandang ke Jakarta maupun Bandung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Demi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan pun, pihak panitia dalam hal ini Mahaka Sports sudah bekerja sama dengan Polda Metro Jaya, Mabes Polri, dan juga TNI, untuk memberi jaminan keamanan tingkat tinggi. Ini juga terkait bakal hadirnya Presiden RI Joko Widodo.

Bakal ada 30 ribu pasukan gabungan Polda Metro Jaya, Mabes Polri, dan Korps Brimob serta bantuan dari TNI saat hari-H pertandingan. Bahkan untuk di ring-1 GBK sendiri bakal disiagakan 8.000 personil polisi dan 2.000 personil TNI.

Sejauh ini, dari komunikasi dengan pihak Bobotoh mereka bakal mengirimkan 60 ribu sampai 80 ribu suporter ke Jakarta. Sementara itu, suporter Sriwijaya FC hanya 5 ribu yang merupakan gabungan dari suporter di Palembang dan Jabodetabek.

"Dengan adanya koordinasi dari pihak Mabes Polri, Polda Metro Jaya, dan TNI, maka diharapkan laga final nanti berjalan aman dan tertib tentunya," ujar Ketua Komite Pengawas (SC), Maruarar Sirait, dalam perbincangan dengan detikSport, Kamis (15/10) sore WIB.

Lebih lanjut, Maruarar pun menyarankan agar suporter Persib maupun Sriwajaya bisa bersikap sportif jika salah satu tim kesayangannya gagal menjadi juara. Politisi PDI Perjuangan itu pun menjadikan Arema Cronus sebagai contohnya.

"Suporter Arema di laga semifinal pekan lalu bisa dicontoh. Kebetulan saya nonton ke sana (Solo - leg kedua semifinal lawan Sriwijaya FC -red), mereka mendominasi stadion. Meski demikian, suporternya tetap tertib meski timnya kalah," sambungnya.

"Saya berharap turnamen ini bisa berakhir sukses karena ini bakal jadi cikal bakal perhelatan Turnamen Panglima TNI, yang bakal digelar setelah Piala Presiden ini."

Maruarar sendiri juga sudah bertemu dengan kedua belah tim, baik Persib maupun Sriwijaya, yang seraya menjanjikan kalau kedua suporternya akan menjaga keamanan dan ketertiban sebelum dan sesudah laga final berlangsung.

(mrp/fem)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads