Sebanyak 11 pemain muda Indonesia saat ini belum bisa pulang dari Filipina. Seusai menjadi juara dalam turnamen kelompok usia U-13, Pilipinas Cup, kepulangan mereka tertunda karena tiket yang sudah disediakan hangus. Pada awalnya wakil Indonesia itu direncanakan pulang, Minggu (1/11/2015).
Pihak Kemenpora sampai saat ini masih terus berkoordinasi dengan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Filipina guna mengurus kepulangan para pemain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tadi sudah hubungi Irvan (Taufik) dan Bapak Todi dari KBRI. Mereka menginformasikan jika saat ini anak-anak berada di rumah Ibu Nita (orang Indonesia yang berada di Filipina)," kata Djoko kepada pewarta.
"Pada prinsipnya mereka menawarkan anak-anak untuk tinggal lebih lama di sana. Karena terdengar sekali pada saat saya telepon, ada suara anak-anak bersanda gurau."
"Beliau juga menyampaikan bahwa anak-anak bisa istirahat santai dan bisa main-main seperti di kampung sendiri, karena rumah bu Nita katanya luas. Bahkan saat saya telepon kedengaran mereka lagi rame bermain-main intinya kondisi anak-anak baik apalagi sudah dihandle KBRI," imbuhnya.
Kendati kondisi anak-anak dalam keadaan baik, Djoko mengatakan, Kemenpora akan terus mengupayakan agar proses pemulangan para pemain timnas Indonesia itu bisa cepat rampung.
"Harapan kami anak-anak besok sudah pulang dari Filipina," βtandasnya.
Masalah ini mencuat setelah pihak keluarga masing-masing pemain akhirnya mendatangi kantor Kemenpora untuk mencari solusi. Pihak Event Organizer, Kampiun Indonesia, mengklaim bahwa program pengiriman timnas U-13 direkomendasi oleh Kemenpora, dalam hal ini Tim Transisi.
Meski menurut pengakuan Kemenpora tidak ada program pengiriman timnas U-13 ke Manila. βKepada orang tua para pemain, Kemenpora segera menyelesaikan persoalan ini.
(mcy/cas)











































