sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Selasa, 15 Mar 2016 20:36 WIB

Menpora Soal Pencabutan Pembekuan PSSI, ISL, dan Surat FIFA

Amalia Dwi Septi - detikSport
Jakarta -

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi membantah bahwa dirinya telah mendapatkan instruksi dari Presiden RI Joko Widodo bahwa akan mencabut pembekuan PSSI pada April mendatang. Menpora juga sudah menyiapkan laporan solusi permasalahan PSSI yang diminta oleh FIFA.

Ketua Komite Ad-Hoc Reformasi PSSI, Agum Gumelar, mengatakan bahwa Imam akan mencabut pembekuan PSSI pada April mendatang. Hal tersebut diungkap setelah dia menggelar pertemuan dengan Presiden Jokowi dalam kapasitasnya sebagai Ketua Pepabri (Persaturan Purnawirawan ABRI dan Polisi).

Imam mengaku hingga saat ini belum mendapatkan perintah langsung dari Presiden Jokowi tentang rencana tersebut. Namun, apapun keputusan orang nomor satu di Indonesia itu akan dijalaninya.

"Saya sendiri belum dapat kabar soal pertemuan tadi siang. Kalau ada perintah berikutnya, pasti saya akan dipanggil. Sampai saat ini saya masih menunggu arahan Presiden," ujar Imam, di sela-sela kunjungan ke Pusat Pembinaan dan Pengembangan Prestasi Olahraga Nasional (P3ON) di Hambalang, Selasa (15/3).

Sebelumnya, Presiden Jokowi memang meminta kepada Imam untuk melakukan pengkajian soal rencana pencabutan pembekuan PSSI. Hasilnya, Jokowi meminta agar pemerintah bisa menggelar pertemuan dengan FIFA terlebih dahulu.

FIFA pun telah memberikan tanggapannya, bahwa mereka tidak keberatan untuk bisa duduk bersama kembali dengan pemerintah Indonesia. Namun federasi sepakbola dunia itu juga menginginkan ada detail solusi dari pemerintah tentang permasalahan sepakbola tanah air.

Imam mengaku saat ini tengah mempersiapkan laporan-laporan yang diminta oleh FIFA tersebut. "Kami akan siapkan beberapa poin, yang akan saya sampaikan ke FIFA, meskipun ini pernah kami laporkan di awal, ya sekarang diminta lagi, ya akan saya laporkan," kata dia.

Pria 42 tahun itu juga mengomentari soal rencana PSSI yang ingin menggulirkan kompetisi ISL pada 15 April mendatang. Menurutnya, hingga saat ini dirinya belum menerima surat keputusan dari Mahkamah Agung (MA) tentang penolakan kasasi yang diajukan oleh pihaknya.

"Sampai detik ini, kami belum menerima putusan dari MA, itu hanya rilis. Tapi secara formal, MA belum kirimkan petikan putusan ke para pihak. Kami tak mungkin ambil langkah sebelum petikan itu datang."

"Sentimen kalau kami disebut tak taat hukum. Kami belum tahu, ada putusan dari MA. Itu masih ada waktu sekian itu putuskan upaya berikutnya."

Jikapun ingin memutar kompetisi ISL, Imam menegaskan dan meminta agar kompetisi bisa berjalan bersih dan sesuai regulasi. Dia tak ingin ada lagi kasus-kasus penunggakan gaji pemain yang sebelumnya kerap terjadi.

"Semua harus berprinsip kepada klub licensing regulation FIFA, itu sumbernya mengacu kepada itu. Jangan sampai terulang lagi, apa yang diminta BOPI, pemerintah dipenuhi. Soal pajak dll dipenuhi. Seminggu sebelum statement bersama kontrak pemain selesai dll. Pembagian hasil keuntungan kompetisi, dari fee-fee lain sudah terbagi kepada klub," kata dia.

(ads/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed