PS Bhayangkara Ingin Menekan Sejak Awal, PS TNI Enggan Terburu-buru

PS Bhayangkara Ingin Menekan Sejak Awal, PS TNI Enggan Terburu-buru

Amalia Dwi Septi - Sepakbola
Minggu, 08 Mei 2016 12:02 WIB
Jakarta - Dua tim debutan, PS Bhayangkara Surabaya United dan PS TNI, akan berduel di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Minggu (8/5/2016). Laga ini diprediksi bakal berlangsung sengit dan penuh gengsi terkait latar belakang instansi Polri dan TNI.

PS TNI pertama kalinya tampil di Piala Presiden lalu. Namun, kali ini mereka sudah resmi mengakuisisi Persiram Raja Ampat. Sementara Bhayangkara Surabaya United merupakan hasil dari pengawinan antara PS Polri dan Surabaya United.

Bagi Bhayangkara Surabaya United (BSU), poin penuh menjadi target utama setelah sebelumnya mereka sukses menang 2-1 atas Barito Putera. Tapi hal itu tak mudah dilakukan, mengingat PS TNI memiliki semangat dan militansi yang tinggi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami berharap bisa mendapatkan poin lagi di laga kandang. Semua tahu PS TNI punya semangat juang yang tinggi. Tapi kami harus mengalahkan mereka karena kami bermain di kandang sendiri," ujar pelatih BSU Ibnu Grahan.

Meski PS TNI dalam kondisi kurang baik usai kalah dari Madura United, Ibnu tetap meminta timnya mewaspadai Manahati Lestusen cs. Dia menginstruksikan pemainnya tampil menekan sejak menit awal.

"PS TNI lebih mengandalkan pemain lokalnya. Tapi mereka adalah tim yang sudah lama bersatu. Kami gunakan pemain asing untuk menambal kelemahan tim ini, yang jelas kami akan bermain menekan sejak menit awal," sebutnya.

Sementara itu PS TNI sebagai tim tamu juga tak ingin pulang dengan tangan kosong. Tim besutan Eduard Tjong tersebut mengusung kemenangan perdana di Torabika Soccer Championship (TSC).

Eduard mengaku sudah melakukan evaluasi setelah menelan kekalahan dari Madura United. Menurutnya, PS TNI harus bisa menguasai permainan tengah BSU dan tak boleh terburu-buru melakukan serangan.

"Kami akan sedikit menunggu dulu sebelum menyerang karena kalau kami terlalu terburu-buru malah mudah kecolongan," kata Eduard.



(ads/krs)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads