PS TNI pertama kalinya tampil di Piala Presiden lalu. Namun, kali ini mereka sudah resmi mengakuisisi Persiram Raja Ampat. Sementara Bhayangkara Surabaya United merupakan hasil dari pengawinan antara PS Polri dan Surabaya United.
Bagi Bhayangkara Surabaya United (BSU), poin penuh menjadi target utama setelah sebelumnya mereka sukses menang 2-1 atas Barito Putera. Tapi hal itu tak mudah dilakukan, mengingat PS TNI memiliki semangat dan militansi yang tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski PS TNI dalam kondisi kurang baik usai kalah dari Madura United, Ibnu tetap meminta timnya mewaspadai Manahati Lestusen cs. Dia menginstruksikan pemainnya tampil menekan sejak menit awal.
"PS TNI lebih mengandalkan pemain lokalnya. Tapi mereka adalah tim yang sudah lama bersatu. Kami gunakan pemain asing untuk menambal kelemahan tim ini, yang jelas kami akan bermain menekan sejak menit awal," sebutnya.
Sementara itu PS TNI sebagai tim tamu juga tak ingin pulang dengan tangan kosong. Tim besutan Eduard Tjong tersebut mengusung kemenangan perdana di Torabika Soccer Championship (TSC).
Eduard mengaku sudah melakukan evaluasi setelah menelan kekalahan dari Madura United. Menurutnya, PS TNI harus bisa menguasai permainan tengah BSU dan tak boleh terburu-buru melakukan serangan.
"Kami akan sedikit menunggu dulu sebelum menyerang karena kalau kami terlalu terburu-buru malah mudah kecolongan," kata Eduard.
(ads/krs)











































