Dejan telah memutuskan mundur sebagai pelatih Persib Bandung akhir pekan lalu. Peletakan jabatan itu ditandai usai kekalahan telak yang didapatkan Persib dari Bhayangkara Surabaya United pada Sabtu (11/6/2016). Ini adalah kekalahan pertama bagi Atep dkk sepanjang enam laga Torabika Soccer Championship (TSC), sudah begitu skornya cukup telak 1-4.
Dejan memang mendapatkan sorotan dari Bobotoh setelah sulit membuat Persib menang dalam TSC ini. Dia telah bernegosiasi dengan manajemen klub untuk menjadikan Persebaya sebagai pertaruhan terakhir. Dalam pengumuman kepada media usai kekalahan dari Surabaya United itu, dia menyebut pekerjaan sebagai pelatih Persib berat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang jelas dia (pelatih) harus tahan banting, kuat mental, cerdas dalam mengatur strategi dan meramu tim. Kami belum bisa memutuskan siapa pengganti Dejan, masih dalam pembahasan," ujar Umuh saat dihubungi, Senin (13/6/2016).
Menilik pengalaman sebelumnya, Persib memang kurang cocok dengan pelatih asing. Di antaranya Daniel Darko Janackovic dan Drago Mamic. Mereka juga mundur di tengah jalan. Umuh sih tidak membatasi nantinya akan merekrut pelatih asing atau tidak Hanya saja, pria 68 tahun itu tak ingin terburu-buru menunjuk pelatih baru.
"Siapapun pelatihnya lokal atau asing, dia harus kuat mental dalam menghadapi tantangan ini," kata Umuh.
Sembari menunggu pelatih baru, manajemen Persib menugaskan Herrie Setiawan asisten pelatih sebagai pelatih sementara. Akan tetapi kabar Djajang Nurdjaman yang akan kembali merapat ke Persib makin santer terdengar. Itu seiring Djajang yang hingga kini belum mendapatkan kepastian jadwal keberangkatannya ke Amerika Serikat untuk melanjutkan program kepelatihannya bersama DC United.
(ads/fem)











































