Imam datang sekitar pukul 21.50 WIB dan langsung disambut tepuk tangan riuh oleh lautan manusia beratribut hijau, yang sudah menunggu kedatangan sang menteri sejak tadi sore.
Didahului dengan orasi pengantar oleh koordinator utama bonek, Andie Peci, Menpora naik ke mobil komando yang ada di lapangan Stadion Tugu. Dalam kesempatan tersebut Imam menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bonek.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Persebaya harus kembali ke lapangan hijau! Para pengurus sepakbola seharusnya jangan pernah sekali-kali melupakan sejarah!" seru Menpora dari atas mobil komando yang sontak disambut gemuruh para Bonek.
Menpora juga menyampaikan bahwa dirinya akan berusaha mengawal sebaik-baiknya agar klub-klub yang disingkirkan PSSI dalam kemelut persepakbolaan nasional selama beberapa tahun terakhir ini dapat kembali berkiprah.
Selain Persebaya, beberapa klub juga hilang dari peredaran menjadi korban konflik sepakbola di Indonesia, di antaranya Persema Malang, Persibo Bojonegoro, Persewangi Banyuwangi, Lampung FC, dan Arema Indonesia (eks IPL).
![]() |
Baca juga: Selain Persebaya, 6 Klub Ini juga Tuntut Haknya di PSSI Dikembalikan
Mengenai Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI yang akan digelar besok, Menpora meminta Bonek terus mengawal pelaksanaannya. Imam mengingatkan bahwa agenda KLB yang sesungguhnya akan berlangsung pada Oktober nanti, saat pemilihan pengurus baru, sehingga Bonek harus tetap tenang dan fokus mengawal setiap agenda PSSI, agar kongres tidak dipermainkan oleh kepentingan-kepentingan yang tidak mengindahkan tuntutan publik terkait pembaharuan di tubuh PSSI.
Ribuan Bonek berangkat ke Jakarta dalam tajuk #GerudukJakarta. Aksi ini terutama untuk memperjuangkan agar Persebaya kembali diakui sebagai anggota PSSI dan kembali bertanding di kompetisi sepakbola nasional. Selain Menpora, juga mendatangi mereka Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Moechgiyarto.
(mcy/a2s)












































