"Ya itu saran. Karena mereka (PSSI) minta rekomendasi, ya kami memberikan saran. Apalagi kami tahu bahwa semangat dari pembenahan sepakabola tanah air ini, kami ingin melakukan evaluasi total," ujar Imam di Jakarta, Selasa (13/9).
Sebelumnya, Menpora dalam surat balasan yang ditujukan kepada PSSI merekomendasikan Yogyakarta sebagai tuan rumah Kongres PSSI pada 17 Oktober. Alasannya, Menpora ingin menjaga semangat reformasi sepakbola dan Yogya juga menjadi tempat bersejarah lahirnya PSSI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bagaimana reformasi itu harus kami tarik kepada sebuah semangat bahwa founding father yang melahirkan PSSI itu ingin betul-betul menjadi alat nomor satu karenanya pemerintah menjadi pembina sekaligus penanggung jawab olahraga nasional. Maka siapapun cabor yang minta rekomendasi tentu kami memberikan saran dan masukan."
"Toh ini masalah tempat. Yang penting esensinya adalah kongres. Jadi jangan besar-besarkan masalah tempat."
[Baca juga: Kemenpora Enggan Beri Rekomendasi, Kenapa Kongress PSSI Jangan di Makassar?]
Ketika ditanya jika PSSI tetap menggelar kongres di Makassar, pria 43 tahun itu tidak mau berandai-andai. Dia berharap kongres bisa berjalan dengan sukses.
"Kami lihat nanti karena kami belum terima surat balasannya. Yang pasti masalah tempat jangan dibesar-bersarkan. Bisa di Yogya bisa di mana saja. Tapi kalau pemerintah dimintai pendapat, ya sebaiknya di Yogya karena dulu PSSI lahirnya di sana. Buat semangat saja.
"Kami tidak mau berandai-andai. Ini hanya masalah teknis, persoalan yang sederhana. Jangan dikaitkan dengan Menpora tidak suka satu tempat. Hati Menpora itu merah putih. Tapi ini murni kepada semangat awal PSSI dilahirkan."
[Baca juga: PSSI Ingatkan Kemenpora, Kongres adalah Ranahnya]
Imam juga membantah jika rekomendasi dari pemerintah tersebut telat karena PSSI sudah terlanjur memutuskan Makassar sebagai tempat kongres.
"Karena suratnya baru diterima. Harusnya ngomong (dulu) dong sama kami. Kami kan secara formal baru terima surat itu dan baru diskusi dan baru ketemu Pak Hinca juga," katanya.
(ads/a2s)











































