Waktu Kian Dekat, Susahnya Menetapkan Tempat Kongres PSSI

Waktu Kian Dekat, Susahnya Menetapkan Tempat Kongres PSSI

Amalia Dwi Septi - Sepakbola
Selasa, 11 Okt 2016 11:40 WIB
Waktu Kian Dekat, Susahnya Menetapkan Tempat Kongres PSSI
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Kongres PSSI yang dijadwalkan digelar pada 17 Oktober 2016 hingga kini belum jelas tempatnya. Menetapkan soal ini saja haruskah menimbulkan polemik?

Seperti diketahui, awalnya PSSI menyebut tempat kongres adalah Makassar, Sulawesi Selatan. Namun keputusan itu diprotes sejumlah voter karena dianggap tidak mewakili suara mereka, berpotensi tak netral, dan lain-lain.

Belakangan, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) pun "terselip" dalam urusan ini. Mereka memberi rekomendasi agar kongres diadakan di Yogyakarta, tempat kelahiran PSSI, 86 tahun yang lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berkali-kali Kemenpora menegaskan, hal tersebut bukanlah intervensi, karena PSSI yang lebih dulu mengirimi surat kepada mereka untuk meminta rekomendasi terkait kongres.

"Mereka minta rekomendasi kongres, ya kami beri rekomendasi kami. Kenapa hal itu dianggap intervensi? Semua surat dari mereka ada lho. Terus, kalau mereka minta dana untuk timnas U-19, dan negara kasih miliaran rupiah, apa mereka tidak anggap itu intervensi?" ujar Menpora Imam Nahrawi.

Anggota Komite Eksekutif Tony Aprilani mengatakan dirinyaa sudah lama mengajak Plt Ketum PSSI Hinca Pandjaitan dan Sekjen PSSI Azwan Karim untuk membahas masalah rekomendasi dari pemerintah. Namun hingga saat ini tidak ada tanggapan.

"Dari sebelum pembukaan PON sudah saya omongkan. Saya sudah sampaikan secara lisan melalui pesan dan sebagainya tapi no respons," ujar Tony saat dihubungi, Selasa (11/10).

Pria asal Bandung ini menegaskan dia tidak mempermasalahkan mau dimana kongres akan digelar, Makassar atau Yogyakarta. Menurutnya tidak perlu lagi saling mementingkan ego masing-masing.

"Pemilihan kota Makassar itu 'kan usulan dari voter. Lalu kami rapatkan dan sepakat. Kami hanya mengakomodir keinginan itu. Namun ketika itu ada reaksi, keberatan dari anggota dan ditampung oleh Pak Agum Gumelar.

"Jadi, pemilihan Makassar bukan kehendak PSSI. Kami justru inginnya di Jakarta lebih mudah. Tapi ini kepentingan bersama, jadi ada mekanismenya.

"Saya memang bukan ketua, wakil ketua meskipun pelaksana. Ngapain juga harus punya ego, ngapain ngotot kalau mau menyelamatkan sepakbola Indonesia," tuturnya.

Untuk itu Toni menyebut dia mengajak sejumlah anggota Exco untuk menggelar rapat terkait sikap PSSI ke depannya, mengingat waktu penyelenggaraan kongres tinggal sepekan lagi.

"Saya kumpulkan Exco seadanya, termasuk Pak Hinca mudah-mudahan bisa. Kalau tidak ada Hinca, ya lanjut terus," katanya.

(ads/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads