ADVERTISEMENT

Meski Gagal Clean Sheet, Riedl Puas dengan Performa Bek Indonesia

Lucas Aditya - Sepakbola
Sabtu, 03 Des 2016 23:53 WIB
Foto: AFP PHOTO / BAY ISMOYO
Bogor - Timnas Indonesia gagal mewujudkan ambisi untuk menjaga gawang bersih dari kebobolan. Meski demikan, Alfred Riedl puas dengan penampilan para pemain bek.

Dalam leg pertama babak semifinal Piala AFF di Stadion Pakansari, Sabtu (3/12/2016) malam WIB, Indonesia memetik kemenangan 2-1 atas Vietnam.

Indonesia unggul lebih dulu lewat gol yang dibuat Hansamu Yama Pranata di menit ketujuh. Vietnam berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-17 lewat gol yang dibuat Nguyen Van Quyet.

Gol Van Quyet itu berawal dari pelanggaran Benny Wahyudi pada Le Cong Vinh di dalam kotak penalti, wasit pun menunjuk titik putih.

Di babak kedua, Indonesia mampu mencetak gol lagi pada menit 50. Boaz Salossa yang mencatatkan namanya di papan skor. Pelanggaran pada Stefano Lilipaly oleh pemain belakang Vietnam menjadi penyebabnya.

Seperti dicatat Soccernet, Vietnam mampu melakukan delapan percobaan sepanjang pertandingan. Tiga dari percobaan itu mencapai sasaran.

Meski gawang Indonesia gagal clean sheet, pelatih timnas Indonesia Riedl puas dengan performa barisan bek yang kali ini diperkuat Hansamu dengan Manahati Lestusen. Keduanya menggantikan peran Fachruddin Aryanto dan Rudolof Yanto Basna yang selalu jadi pilihan utama Riedl dalam laga-laga di Piala AFF 2016 sebelumnya. Mereka tak bisa tampil karena akumulasi kartu.

Menjelang laga bergulir, Riedl berharap timnas bisa meraih kemenangan sekaligus mencatatkan clean sheet. Sebuah keinginan yang cukup wajar karena Indonesia belum pernah bersih dari catatan kebobolan dalam empat pertandingan sebelumnya.

"Para pemain belakang bermain sangat bagus. Mereka melawan para pemain depan yang sangat bagus, sulit diantisipasi dan kuat," kata Riedl di sesi jumpa pers seusai pertandingan.

"Le Cong Vinh merupakan pemain yang cepat, pintar, sangat bagus. Dua centre back di laga ini membuat saya pusing karena mempunyai pilihan empat bek, hingga akan menjadi diskusi para pelatih," imbuhnya.

(cas/fem)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT