Pada saat pelantikan kepengurusan PSSI pada akhir Januari lalu, Edy Rahmayadi selaku Ketua Umum PSSI, menyatakan ingin memajukan sepakbola usia dini dengan mengeluarkan kurikulum. Enam bulan kemudian, grand design kurikulum tersebut tuntas disusun.
"Temen-temen di sini sudah membuatnya dalam kurun waktu dua sampai tiga bulan. Kalau mau dibilang rampung, ya grand design kurikulum football development ini sudah rampung," kata Tisha di kantor PSSI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini Direktur Teknik PSSI, Danurwindo, masih mengkaji cara mengimplementasikannya. Nantinya, kurikulum yang dibuat akan mencakup seluruh aspek, mulai dari usia dini sampai senior. Di sana juga membahas cara-cara bermain sepakbola yang ala Indonesia.
"Sampai hari ini kami masih melakukan evaluasi jangka panjang dan pendek. Sepakbola kami belum punya planing yang baik dan secara struktur. Ini merupakan PR (pekerjaan rumah) kami, yang sedang ditekel oleh direktur teknik dengan mengeluarkan kurikulum cara bermain dengan ala Indonesia," sambungnya.
"Ini nantinya akan jadi struktur dan strategi yang diterapkan sejak kecil, yang kami bisa lihat pada anak-anak di Australia. Secara luas kami juga belajar banyak dari timnas Australia dengan bagaimana cara mengimplementasikannya," tegas Tisha. (din/rin)











































