Grand Design Kurikulum Sepakbola Nasional Selesai Digarap

Grand Design Kurikulum Sepakbola Nasional Selesai Digarap

Randy Prasatya - Sepakbola
Kamis, 20 Jul 2017 19:33 WIB
Grand Design Kurikulum Sepakbola Nasional Selesai Digarap
Foto: Randy Prasatya/detikSport
Jakarta - Sekjen PSSI, Ratu Tisha, menegaskan bahwa grand design Kurikulum Sepakbola Nasional Indonesia sudah selesai disusun. Namun begitu, penerapannya masih butuh proses panjang.

Pada saat pelantikan kepengurusan PSSI pada akhir Januari lalu, Edy Rahmayadi selaku Ketua Umum PSSI, menyatakan ingin memajukan sepakbola usia dini dengan mengeluarkan kurikulum. Enam bulan kemudian, grand design kurikulum tersebut tuntas disusun.

"Temen-temen di sini sudah membuatnya dalam kurun waktu dua sampai tiga bulan. Kalau mau dibilang rampung, ya grand design kurikulum football development ini sudah rampung," kata Tisha di kantor PSSI.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Butuh satu sampai dua tahun untuk menyusun strategic plan kurikulum sepakbola Indonesia. PSSI tidak main-main dalam penyusunan riset ini, tidak hanya mengejar cepat rampung. Prosesnya ada beberapa tahap. Yang pertama initial grand design, lalu pilot project, dilanjutkan dengan evaluation dan quantitative analysis. Selanjutnya kembali ke grand design, pilot project 2, baru kemudian full implementation," papar dia.

Sejauh ini Direktur Teknik PSSI, Danurwindo, masih mengkaji cara mengimplementasikannya. Nantinya, kurikulum yang dibuat akan mencakup seluruh aspek, mulai dari usia dini sampai senior. Di sana juga membahas cara-cara bermain sepakbola yang ala Indonesia.

"Sampai hari ini kami masih melakukan evaluasi jangka panjang dan pendek. Sepakbola kami belum punya planing yang baik dan secara struktur. Ini merupakan PR (pekerjaan rumah) kami, yang sedang ditekel oleh direktur teknik dengan mengeluarkan kurikulum cara bermain dengan ala Indonesia," sambungnya.

"Ini nantinya akan jadi struktur dan strategi yang diterapkan sejak kecil, yang kami bisa lihat pada anak-anak di Australia. Secara luas kami juga belajar banyak dari timnas Australia dengan bagaimana cara mengimplementasikannya," tegas Tisha. (din/rin)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads