DetikSepakbola
Jumat 24 November 2017, 10:55 WIB

Tunjuk Bima Sakti dan Gonzales: Agar Timnas Nyambung Satu Sama Lain

Amalia Dwi Septi - detikSport
Tunjuk Bima Sakti dan Gonzales: Agar Timnas Nyambung Satu Sama Lain Foto: Hasan Al Habshy
Jakarta - PSSI menduetkan Bima Sakti dan Cristian Gozales sebagai kepala dan asisten pelatih Timnas Indonesia U-19. PSSI bilang agar Timnas nyambung satu sama lain.

Keputusan itu diumumkan PSSI, Kamis (23/11/2017). Langkah tersebut cukup mengejutkan. Sebab, Bima Sakti masih menjabat sebagai asisten pelatih, mendampingi Luis Mulla di Timnas U-23 dan senior. Gonzales juga belum pernah menyatakan pensiun. Namanya masih terdaftar sebagai pemain Arema FC.

Rupanya, itu hanya langkah awal. Sebab, Gonzales juga diproyeksikan untuk menangani Timnas U-16.

Sekjen PSSI, Ratu Tisha, Destria mengatakan pemilihan Bima Sakti dan Gozales itu sesuai konsep kurikulum pembinaan sepakbola Indonesia. Sebagai langkah awal, PSSI menerapkannya di timnas U-19 dan U-23.

"Luis Milla akan menjadi pelatih kepala usia muda dan perpanjangan tangan konsep usia muda PSSI. Milla akan menjadi pelatih U-23, sedangkan asisten pelatih U-23 akan menjadi pelatih kepala U-19. Adapun asisten pelatih U-19, nantinya akan menjadi pelatih U-16," ungkap Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria, kepada pewarta di Jakarta, Jumat (24/11/2017).

"Dengan konsep ini diharapkan akan terjadi komunikasi dan pembinaan yang baik di masa transisi dari Indra Sjafri ke Bima Sakti. Indra sendiri akan membantu area football development yang sebenarnya."

Dalam buku kurikulum sepakbola Indonesia atau yang juga disebut Filosofi Sepak Bola Indonesia (Filanesia) yang diluncurkan oleh PSSI, lanjut Tisha, seorang pelatih harus memiliki kemampuan dalam perencanaan, persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Proses ini merupakan siklus yang terus terulang. Dengan konsep kepelatihan yang berjenjang maka akan mempermudah prosesnya.

Menurut Filanesia tersebut, pelatih setidaknya memiliki tiga kompetensi inti. Pertama, kompetensi wawasan sepak bola, kompetensi wawasan kepelatihan, dan kompetensi wawasan manajemen.

"Fokus Federasi kini lebih diarahkan kepada program usia muda dengan mengadopsi kurikulum filosofi sepakbola Indonesia yang telah diluncurkan bulan lalu," ujar Tisha.

"Lewat program pengembangan sepakbola, kami menyiapkan mimpi besar tampil di Piala Dunia 2034. Untuk menuju ke sana, seperti tertuang dalam peta jalan PSSI, kami harus tampil lebih dulu di Olimpiade 2024 untuk mengukur pantas tidaknya kami bermain di Piala Dunia," katanya.



(ads/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed