Piala Presiden 2018 akan digelar dari 16 Januari besok sampai 17 Februari mendatang. Turnamen itu diikuti 20 peserta, yakni 14 klub Liga 1 dan enam tim dari Liga 2.
BOPI beberapa waktu lalu menyatakan tidak mengeluarkan rekomendasi untuk Piala Presiden 2018. Mereka masih mempertanyakan legalitas klub-klub Liga 2 yang belum terverifikasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya tadi kami bertemu dan intinya masih belum memberikan rekomendasi," kata Heru saat dihubungi detikSport.
"Ada dua hal yang mendasari yang pertama adalah berdasarkan verifikasi, diketahui penyelengaraan Piala Presiden 2018 tetap berada di bawah komando PSSI. Dalam hal ini, panitia pelaksana Piala Presiden tidak dalam posisi bertanggung jawab semisal ada masalah hukum, seperti gaji pemain tidak dibayar dan sebagainya."
"Nah jadi kami minta kepada mereka diminta kirimkan surat yang dari PSSI, sebab panitia yang sekarang cuma sebatas EO," ucapnya menambahkan.
Sementara yang kedua, Heru menambahkan, masalah legalitas beberapa klub memang masih belum selesai. Enam klub Liga 2 yakni Persebaya Surabaya, PSMS Medan, PSIS Semarang, PSPS Pekan Baru, Martapura FC, dan Kalteng Putra (pengganti Persipura Jayapura), belum selesai diverifikasi.
"Ya sejauh ini sedang diverifikasi, untuk sementara saya belum bisa bilang apa-apa, sedang diverifikasi," ucap Heru menjelaskan.
Piala Presiden 2018 akan dibuka langsung Presiden Joko Widodo di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Turnamen pramusim itu berhadiah sebesar Rp 3,3 miliar.
(yna/krs)











































