DetikSepakbola
Jumat 20 April 2018, 01:11 WIB

SOS: Nyawa Suporter Hilang, PSSI Jangan Cuma Prihatin dan Belasungkawa

Amalia Dwi Septi - detikSport
SOS: Nyawa Suporter Hilang, PSSI Jangan Cuma Prihatin dan Belasungkawa Beberapa kasus kematian suporter terjadi jelang hari ulang tahun PSSI (Foto: Hasan Al Habshy)
Jakarta - Jelang ulang tahun PSSI, tiga nyawa suporter melayang. Di usianya yang sudah 88 tahun, PSSI harus menyidik dan menghentikannya. Bukan cuma prihatin dan berbelasungkawa.

PSSI tepat berusia 88 tahun pada Kamis (19/4/2018) hari ini. Beberapa hari jelang ulang tahunnya, beberapa kabar duka datang dari sepakbola Indonesia. Tiga orang suporter meninggal dunia akibat sebab berbeda.

Menurut rilis yang diterima dari Save Our Soccer (SOS), mereka yang meregang nyawa terkait sepakbola di Indonesia jelang ultah PSSI adalah Micko Pratama, Imam Shokib, dan Dimas Dhuha Ramli.

Micko, 17 tahun, bonek asal Waru, Sidoarjo, tewas dikeroyok sejumlah orang tak dikenal di Solo, Jawa Tengah usai mendukung Persebaya melawan PS Tira di Stadion Sultan Agung, Bantul, 14 April 2018. Micko meninggal dua hari jelang ulang tahun ke-17-nya yang jatuh pada 16 April 2018.



Kedua, Imam Shokib, Aremania asal Jombang. Tewas karena kecelakaan lalu lintas usai menyaksikan laga Arema versus Persib di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Malang, 15 April 2018. Imam yang membonceng temannya, Muhammad Yuliono, mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi karena dikejar sekelompok oknum tak dikenal. Motor yang ditumpanginya mengalami kecelakaan tunggal menabrak mobil di Jalan Raya Ngoro, Kandangan, Desa/Kecamatan Ngoro, Jombang.

Ketiga, Dimas Dhuha Ramli. Aremania berusia 16 tahun ini korban kericuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan jelang pertandingan berakhir antara Arema vs Persib. Dimas terkena tembakan gas air mata yang dilesakkan pihak kepolisian untuk menghalau massa yang masuk lapangan. Dilarikan ke Rumah Sakit Saiful Anwar dan pada 18 April 2018 mengembuskan napas terakhir.

"Untuk pertama kalinya sepanjang sejarah ulang tahun PSSI berkado duka: tiga nyawa hilang dalam waktu berdekatan karena sepak bola. Ini harus menjadi renungan dan instropeksi bersama. Harus dicarikan solusi agar tak lagi ada korban nyawa. Satu nyawa terlalu mahal, apalagi sampai tiga. Perlu diingat sepak bola itu hiburan, alat persatuan dan kesatuan, bukan kuburan," kata Akmal Marhali, Koordinator #SaveOurSoccer #SOS.

Berdasarkan data dari Lembaga Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Save Our Soccer #SOS, Dimas Dhuha adalah "tumbal nyawa" ke-69 dari kejamnya sepak bola Indonesia sejak Liga Indonesia digulirkan pada 1994/1995 .

Khusus untuk fans Arema, Aremania, Dimas adalah korban kesembilan. Sementara untuk fans Persebaya, Bonekmania, Micko adalah korban ke-16.

"Situasinya sudah sangat kritis. Harus dilakukan pembenahan dan juga cegah tangkal agar tak lagi sepak bola memakan korban. Tiga nyawa hilang dalam rentang sepakan tak bisa dianggap angin lalu," kata Dika Surjanto, Kepala Departemen Litbang #SOS.



"Selama ini pengusutan terhadap tewasnya suporter tak pernah tuntas. Hanya lips service setelah itu hilang ditelan bumi. Hanya ungkapan prihatin dan belasungkawa yang disampaikan tak ada tindakan nyata. Di mana pengawasan PSSI dan pemerintah? Kasus ini harus dituntaskan agar tak lagi jatuh korban ke depannya" tambah Akmal.

Selain mengusut tuntas penyebab melayangnya tiga nyawa dan memberikan hukuman sepadan, #SOS juga meminta PSSI dan Pemerintah (dalam hal ini Kemenpora), melakukan evaluasi total terhadap kompetisi yang sedang berjalan.

"Fungsi pengawasan harus benar-benar dilakukan. Masyarakat hanya ingin hiburan dan sepak bola berprestasi. Bukan sejumlah 'dagelan' yang akhirnya menyulut emosi dan mengorbankan nyawa," Dika mengungkapkan.

#SOS juga menyarankan agar PSSI mensosialisasikan FIFA Stadium Safety and Security Regulation kepada seluruh stakeholder sepak bola nasional. Mulai dari pemain, pelatih, manajemen klub, panitia pelaksana pertandingan, sampai aparat keamanan. Penembakan gas air mata yang dilakukan pihak kepolisian saat Arema vs Persib di Stadion Kanjuruhan adalah sesuatu yang dilarang berdasarkan FIFA Stadium Safety and Security Regulation pasal 19 poin b. "No firearms or "crowd control gas" shall be carried or used."



"Penanganan dan pengamanan sepakbola sangat berbeda aturannya dengan demonstrasi. Sepakbola punya aturan sendiri lewat regulasi FIFA yang harus ditaati. Tujuannya untuk menjaga agar tak ada korban jiwa di sepak bola," kata Dika.

"Seluruh petugas keamanan pertandingan sepak bola mulai dari panpel, steward, polisi, tentara, pamong praja, dan lainnya harus memahami FIFA Stadium Safety and Security Regulation agar bila terjadi chaos bisa menanganinya sesuai standar tanpa harus jatuh korban nyawa. Sama dengan penonton petugas keamanan juga tidak boleh menggunakan alat yang membahayakan, termasuk gas air mata untuk mencegah chaos."

Terkait keluhan PSSI tidak adanya dana untuk sosialisasi FIFA Stadium Safety and Security Stadium sejatinya bisa diatasi. Dana sosialisasi bisa diambil dari denda uang yang dijatuhkan Komdis PSSI kepada pemain, pelatih, klub, suporter selama ini.

"Sukses Komdis PSSI bukan dilihat dari banyaknya hukuman yang dijatuhkan baik berupa larangan bermain maupun denda uang. Sukses Komdis itu adalah ketika jumlah pelanggaran setiap tahunnya semakin berkurang," kata Dika.



Menurut SOS, PSSI juga harus segera berkoordinasi kepada pihak kepolisian untuk sosialisasi regulasi tersebut. "Polisi sebagai pelindung, pelayan, dan pengayom masyarakat sebagaimana slogannya harus benar-benar hadir di sepakbola. Dan, segala kasus yang mengakibatkan tewasnya supporter harus diusut tuntas agar bisa dijadikan pelajaran dan tak lagi terulang ke depannya," tegas Dika.



(ads/din)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
  • Setan Merah Tumpul Tanpa Lukaku

    Sepakbola | Minggu 20 Mei 2018, 15:16 WIB Keputusan mencadangkan Romelu Lukaku berbuah fatal untuk Manchester United di final Piala FA. Lalu apa alasan Jose Mourinho melakukan itu?
  • Salah Tertinggal 15 Tahun dari Ronaldo

    Sepakbola | Minggu 20 Mei 2018, 12:30 WIB Juergen Klopp meminta publik tak lagi membandingkan Mohamed Salah dengan Cristiano Ronaldo atau Lionel Messi. Salah masih kalah jauh ketimbang keduanya.
  • 'Level Bale Belum Menurun'

    Sepakbola | Minggu 20 Mei 2018, 08:10 WIB Masa depan Gareth Bale di Real Madrid terus dispekulasikan. Pelatih Zinedine Zidane menegaskan bahwa level pemainnya itu di Madrid belum berubah.
  • Pemain-Pemain Top yang Pernah Berkostum Parma

    Sepakbola | Sabtu 19 Mei 2018, 11:04 WIB Parma kembali ke Serie A setelah dinyatakan bangkrut tiga tahun lalu. Di masa lalu, Gialloblu pernah diperkuat oleh pemain-pemain top dunia. Siapa saja mereka?
  • 20Detik

    Mourinho Komentari Gaya Bermain Chelsea

    Sepakbola | Minggu 20 Mei 2018, 09:22 WIB Jose Mourinho menyindir gaya bermain Chelesa ketika mengalahkan Manchester United di final Piala FA 2017/2018 yang berkesudahan 1-0 untuk Chelsea.
  • 20Detik

    Gol Hazard yang Bawa Chelsea Juara Piala FA

    Sepakbola | Minggu 20 Mei 2018, 08:54 WIB Chelsea keluar sebagai juara Piala FA 2017/2018 setelah mengalahkan Manchester United 1-0 di Wembley. Gol kemenangan The Blues dicetak oleh Eden Hazard.
  • Kekalahan yang Seharusnya Bisa Dihindari Bayern

    Sepakbola | Minggu 20 Mei 2018, 08:54 WIB Bayern Munich gagal meraih gelar ganda setelah kalah di final DFB-Pokal. Melihat jalannya laga, pelatih Bayern Jupp Heynckes menyesalkan kekalahan tersebut.
  • 20Detik

    Mengintip Kamp Pelatihan Timnas Brasil

    Sepakbola | Minggu 20 Mei 2018, 07:56 WIB Menjelang perhelatan Piala Dunia 2018, Timnas Brasil tengah bersiap memasuki kamp pelatihan Granja Comary. Seperti apa kamp dengan standar internasional itu?
  • Conte: Saya Seorang Juara Berantai

    Sepakbola | Minggu 20 Mei 2018, 05:14 WIB Antonio Conte menegaskan komitmennya kepada Chelsea. Conte juga mengingatkan Chelsea bahwa dirinya adalah seorang juara berantai.
  • Diimbangi Villarreal, Madrid Finis Ketiga

    Sepakbola | Minggu 20 Mei 2018, 03:46 WIB Real Madrid menutup La Liga 2017/2018 dengan hasil imbang 2-2 melawan Villarreal. Tambahan satu poin dari laga itu membuat Madrid finis di posisi ketiga.
  • Air Mata Gianluigi Buffon

    Sepakbola | Minggu 20 Mei 2018, 00:33 WIB Gianluigi Buffon menyudahi perjalanan 17 tahunnya bersama Juventus. Buffon tak kuasa menahan air mata saat memberikan salam perpisahan kepada tim dan fans.
  • Mourinho: Chelsea Tak Pantas Menang

    Sepakbola | Minggu 20 Mei 2018, 03:04 WIB Manajer Manchester United Jose Mourinho menilai Chelsea tak layak jadi juara Piala FA. Mourinho juga menyoroti gaya main Chelsea.
  • Gelar Juara Piala FA Menyelamatkan Musim Chelsea

    Sepakbola | Minggu 20 Mei 2018, 02:35 WIB Chelsea sukses menjuarai Piala FA setelah mengalahkan Manchester United di babak final. Gelar ini menjadi penyelamat bagi Chelsea yang menjalani musim buruk.
  • Dikalahkan PSM, Borneo FC Soroti Wasit

    Sepakbola | Minggu 20 Mei 2018, 01:29 WIB Borneo FC harus mengakui keunggulan PSM Makassar dalam lanjutan Liga 1. Kubu Borneo FC pun mengaku kecewa dengan kepemimpinan wasit.
  • Chelsea Juara Piala FA Usai Kalahkan MU

    Sepakbola | Minggu 20 Mei 2018, 01:11 WIB Chelsea keluar sebagai juara Piala FA 2017/2018. Chelsea mengalahkan Manchester United di babak final dengan skor 1-0.
  • 'Kami Akan Merindukanmu, Buffon'

    Sepakbola | Sabtu 19 Mei 2018, 23:16 WIB Gianluigi Buffon sudah menuntaskan pertandingan terakhirnya bersama Juventus. Setelah belasan tahun dan setumpuk trofi dipersembahkan, Buffon akan dirindukan.
  • Liga 1 2018

    Persipura Lumat Madura United 6-0

    Sepakbola | Sabtu 19 Mei 2018, 20:48 WIB Persipura Jayapura kembali merebut puncak klasemen Liga 1 2018 usai melumat Madura United di pekan kesembilan. Tim Mutiara Hitam menang 6-0.
  • Giroud Tak Mau Hazard Pergi

    Sepakbola | Sabtu 19 Mei 2018, 18:28 WIB Masa depan Eden Hazard di Chelsea kini jadi spekulasi. Olivier Giroud menegaskan tak mau Hazard pergi karena masih ingin main bersama dengannya di Chelsea.
  • Isco Tak Tergoda Tinggalkan Madrid

    Sepakbola | Sabtu 19 Mei 2018, 17:11 WIB Ada disarankan Isco untuk meninggalkan Real Madrid lantaran belum juga tampil reguler di bawah pelatih Zinedine Zidane. Ia tak tergoda.