Dua Pemain Kena Skorsing
PSPS Dilarang Main di Rumbai
Senin, 11 Jul 2005 20:30 WIB
Jakarta - PSPS Pekanbaru dilarang memainkan dua partai kandangnya di stadion Rumbai, Pekanbaru, menyusul kasus pemukulan wasit oleh suporternya saat menjamu PSIS Semarang hari Minggu pekan lalu (3/7/2005).Selain diharuskan bermain di luar kota -- belum diputuskan di mana -- partai usiran itu juga tidak akan disaksikan penonton karena memang tidak diperbolehkan oleh PSSI.Selain itu PSPS juga diharuskan membayar denda sebesar Rp 20 juta. Keunggulan 1-0 "Askar Bertuah" juga dibatalkan dan mereka dinyatakan kalah 0-3 karena menolak meneruskan pertandingan. Alhasil, poin mereka di klasemen juga dikurangi tiga.Demikian keputusan Komisi Disiplin PSSI dalam keterangannya kepada wartawan di sekretariat PSSI di kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (11/7/2005)."Setelah melihat rekaman video dan keterangan saksi-saksi, kami memutuskan bahwa panita pelaksana tidak mampu melakukan kewajibannya sesuai aturan karena terjadi antara lain pemukulan wasit oleh penonton, pelemparan benda-benda ke lapangan, dan adanya suporter yang masuk ruang ganti pemain," jelas wakil ketua Komdis PSSI, Ronny Pattinasarani.Seperti diberitakan sebelumnya, pertandingan kontroversial itu terhenti di menit 62 setelah wasit Jajad Sudrajat memberi hadiah penalti kepada PSIS karena terjadi hansball di kotak terlarang PSPS. Keputusan itu memicu protes pemain-pemain tuan rumah.Aksi protes mendapat "dukungan" dari penonton. Mereka melemparkan berbagai macam benda seperti botol-botol minuman mineral ke lapangan. Sebagian dari mereka bahkan turun dari tribun guna memasuki areal pertandingan.Saat itulah Jajad menemui nasib sial. Ia terkena serangan penonton dan terpaksa dikawal polisi ke luar arena dalam kondisi kepala terluka kena pukul sebongkah kayu. Jajad juga sudah memberi kesempatan 2 X 5 menit kepada PSPS untuk meneruskan pertandingan, namun tidak digubris, sehingga pertandingan berhenti sampai di situ. Sanksi individuSelain hukuman yang dibebankan kepada PSPS, Komdis PSSI juga menjatuhkan sanksi kepada invidu yang terlibat dalam insiden itu. Dua pemain PSPS, Supandi dan Nova Zaenal, masing-masing diskors enam bulan dan tiga bulan. Supandi terbukti memegang leher, menarik kerah baju, dan menyentuh muka wasit, sedangkan Nova sengaja mendorong si pengadil lapangan hijau itu.Kapten Rochi Putiray yang hari ini dipanggil untuk dimintai keterangan tidak datang. Komdis memberinya kesempatan kedua pada hari Jumat mendatang. Bekas striker timnas Indonesia ini juga terancam kena sanksi karena "memprovokasi" rekan-rekannya.Komdis juga merekomendasikan memo internal kepada pengurus harian PSSI perihal keterlibatan agen pemain, Nelson Sanchez, pada kericuhan tersebut. Namun memo itu bersifat rahasia.Menurut laporan saksi, Sanchez masuk lapangan dan bicara dengan wasit. Hari ini ia datang menemui Komdis dan membantah tuduhan tersebut. Ia mengaku hanya mendatangi deretan kursi pemain cadangan, bukan lapangan, karena khawatir ada kliennya yang terlibat. Padahal dalam laporan pertandingan tidak tercantum keterangan adanya kerusuhan yang mengancam pemain asing kedua kesebelasan. (a2s/)











































