Timnas U-23 besutan Luis Milla saat ini tengah menjalani pemusatan latihan di Bali dalam persiapan menuju Asian Games 2018. Muncul kepanikan saat gempa yang mengguncang Lombok Utara, Minggu (5/8/2018) malam, juga terasa di Bali.
"Kami di lantai lima (hotel timnas). Semua bingung mau naik apa turun. Kami di luar sekitar 40 menit sepertinya. Setelah itu kami semua masuk lagi, lanjut meeting dan makan," kata Beto lewat sambungan telepon.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Gempa Terasa di Bali, Timnas U-23 Aman |
Penyerang naturalisasi itu kemudian berkisah betapa dirinya jadi sulit memejamkan mata, terlebih karena adanya gempa-gempa susulan. Ketika terbangun di pagi hari, Beto pun buru-buru meninggalkan kamar hotelnya.
"Jam 12 (malam) goyang lagi dan sempat takut masuk kamar. Saya baru bisa tidur sekitar jam setengah dua (waktu setempat)," katanya.
"Pagi-pagi pas bangun langsung keluar kamar karena sudah takut. Penghuni hotel saya lihat juga banyak di luar. Mungkin mereka juga takut karena banyak orang asing sepertinya," imbuh Beto.
Baca juga: Hari Ini Timnas U-23 Libur Latihan |
Pesepakbola kelahiran Brasil pada 37 tahun lalu itu juga mengaku sudah menghubungi keluarga untuk menginformasikan bahwa dirinya baik-baik saja. Saat ini Beto dan pemain timnas U-23 lain sedang berusaha rileks sejenak demi melupakan gempa semalam.
"Ada hubungi mama. Mereka juga takut, saya yang telpon keluarga," ujar Beto.
"Sekarang kami (tim) semua lagi jalan-jalan. Masih ada was-was, sih, tapi coba santai saja. Namanya hidup. Kami mau ke pantai karena di situ, kan, yang paling enak," tuturnya.
Sebelumnya, Hansamu Yama Pranata yang juga penggawa timnas U-23 turut menceritakan kepanikan saat gempa terasa di Bali. Ia menyebut Beto sebagai pemain yang paling susah tidur akibat kejadian tersebut.
"Beto itu yang susah tidur. Saya sih nyenyak," ucap Hansamu.
(ran/krs)











































