Nasib PSSI Memprihatinkan

Nurdin Halid Divonis Penjara

Nasib PSSI Memprihatinkan

- Sepakbola
Kamis, 11 Agu 2005 00:06 WIB
Jakarta - Nasib Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) memprihatinkan setelah ketua umumnya, Nurdin Halid, divonis penjara selama dua setengah tahun oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara.Ketua Umum PSSI yang juga tokoh sepakbola dari Makassar itu pada Selasa (9/8/2005) lalu divonis bersalah dalam kasus impor beras dari Vietnam tanpa persetujuan pejabat Bea dan Cukai untuk mengelak dari pembayaran bea masuk dan pajak. Atas kesalahan tersebut Nurdin harus mendekam di dalam bui selama dua tahun enam bulan plus denda Rp 250 juta.Tiga bulan silam ia divonis bebas oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dari dakwaan melakukan penyimpangan penggunaan dana Bulog sebesar Rp 169 miliar. Ia lolos dari ancaman hukuman penjara 20 tahun dan denda Rp 30 juta seperti diminta jaksa.Keadaan menyangkut Nurdin selaku ketua umum PSSI tentu saja membuat organisasi ini dipastikan kembali bergolak. Pelaksana Tugas Ketua Umum (PLKU) PSSI Agusman Effendi, yang sudah satu tahun menjalankan tugas harian Nurdin, mengaku sangat prihatin dengan vonis tersebut."Untuk itu dalam waktu dekat kami akan segera menggelar pertemuan untuk menyikapi vonis pengadilan tingkat pertama (PN Jakarta Utara) itu," ujar pria yang juga menjabat ketua Komisi VIII DPR-RI ini kepada wartawan di sekretariat PSSI di Senayan, Jakarta, Rabu (10/8/2005).Kondisi ini dipastikan bakal mencuatkan kembali tuntutan menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) mengenai jabatan Nurdin sebagai ketua umum. Meski belum ada permintaan -- diusulkan secara resmi secara tertulis oleh sekurang-kurangnya 2/3 Pengurus daerah dan 2/3 anggota --, Agusman menyerahkan masalah ini kepada anggota dan pengda."Saya kira tidak ada kata tidak siap untuk munaslub. Jika memang sesuai dengan pedoman dasar maka silakan saja digelar munaslub. Tetapi saya tidak bersedia jika harus dipilih sebagai ketua," tandasnya. Sementara itu Edi Elison yang merupakan mantan pengurus PSSI di era kepemimpinan Azwar Anaz dan Agum Gumelar angkat bicara mengenai masalah tersebut. Menurutnya, alangkah baiknya jika Nurdin sadar dan menggunakan hati nuraninya dalam memimpin organisasi PSSI. "Sewaktu kongres memilihnya, Nurdin ditetapkan sebagai ketua umum dan bukan seperti sekarang ini. Ini bukan organisasi politik, tetapi organisasi sosial yang mengedepankan hati nurani dan kesadaran," tutur Edi. (erk/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads