Ramai-ramai Ingin Munaslub PSSI

Ramai-ramai Ingin Munaslub PSSI

- Sepakbola
Jumat, 12 Agu 2005 00:11 WIB
Jakarta - Dengan vonis penjara 2,5 tahun dari kasus impor beras ilegal, posisi Nurdin Halid sebagai ketua umum PSSI kian terancam. Tuntutan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) pun kian mengemuka.Gegap gempita hasil kongres pada November 2003 di Jakarta yang memilih Nurdin sebagai ketua umum PSSI kini berganti menjadi suara-suara yang meminta perubahan kepengurusan dengan digelarnya munaslub.Nama-nama calon pengganti Nurdin pun bermunculan. Tiga kandidat yang disebut-sebut adalah pelaksana tugas ketua umum PSSI (PLKU) Agusman Effendi, Ketua Badan Liga Indonesia Nirwan Dermawan Bakrie, dan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso. Dukungan untuk Agusman datang dari Anto Rachman, salah satu tokoh yang sebelumnya dikenal dekat dengan Nurdin. Pembina sepakbola di Pekanbaru ini secara tegas mengemukakan dukungannya kepada sosok yang yang juga menjabat ketua komisi VIII DPR RI itu.Menurut Anto, Agusman adalah figur sentral di Pengurus Harian PSSI yang selama ini dikenal "tidak ke kiri dan tidak ke kanan". "Anda sendiri paham bahwa Pengurus Harian PSSI terkotak-kotak, berjalan dengan kepentingannya sendiri-sendiri. Agusman tidak masuk dalam salah satu kelompok itu, jadi dia bersih," ujar Anto yang juga ketua departemen alih-status dan transfers pemain PSSI.Meski demikian Anto justru lebih mendukung Nirwan Bakrie buat menjadi orang nomor satu di PSSI. "Wah, lebih bagus lagi kalau Nirwan mau, karena kita tahu dia orang bola tulen," katanya.Tak hanya Anto, beberapa orang yang dikenal dekat dengan Nurdin juga mulai mendukung munaslub. Dengan pertimbangan demi menyelamatkan persepakbolaan nasional, mereka sudah menyuarakan adanya pergantian.Timo Kibda, ketua umum Persemai Dumai yang menjadi pendukung kuat Nurdin sewaktu Kongres PSSI 2003, juga melontarkan sikap agar Pengurus Harian segera menggelar Munaslub."Saya tidak antipati terhadap Nurdin Halid, tapi demi menyelamatkan organisasi PSSI yang kini sudah dipenuhi persekongkolan, dan amuk massa serta peristiwa buruk lain, menurut saya munaslub perlu segera digelar," ujarnya.Dari Surabaya, Ketua Pengda PSSI Jawa Timur Dhiman Abror Djuraid juga meminta agar Pengurus Harian segera mengundang pengurus daerah dan klub-klub anggotanya untuk membicarakan suksesi di pucuk pimpinan PSSI.Bahkan, menurut Abror, dalam waktu dekat ini pengda se-Jawa, Bali dan NTB akan segera berkumpul untuk membahas masalah suksesi. "Kita belum bicara masalah figur, sebab yang terpenting mengumpulkan kekuatan dulu," jelasnya.Tapi Abror mengaku kalau ada wacana untuk mendudukkan Gubernur DKI Jaya Sutiyoso sebagai ketua umum PSSI yang baru. "Pak Sutiyoso kabarnya sudah menyatakan kesediaannya saat dihubungi lewat telepon oleh Pak Fadel Mohammad (gubernur Gorontalo--Red)," tambah Abror.Meski pun demikian Abror tidak memungkiri kenyataan bahwa sebaiknya ketua umum PSSI yang baru tetap dari kalangan dalam PSSI sendiri. Masalahnya, "Siapa yang mau? Pak Agusman katanya nggak mau. Saya pribadi enjoy saja kalau Pak Agusman yang naik," tukasnya.Berdasarkan Pedoman Dasar PSSI Periode 2003-2007 pasal 10 ayat 1(c), munaslub dapat dilaksanakan jika ketum tidak melaksanakan tugas lebih dari enam bulan berturut-turut. Selanjutnya pasal 2 tertulis, Munaslub PSSI diselenggarakan atas permintaan tertulis sekurang-kurangnya dua pertiga pengurus pengda, dan dua pertiga anggota biasa.Agusman menjelaskan bahwa Pengurus Harian PSSI sendiri menyikapi masalah seputar Nurdin Halid tersebut dengan serius. "Minggu depan kita akan rapat pengurus harian, setelah itu rapat pleno yang sifatnya lebih besar lagi," katanya. Setelah rapat pleno itu, kata Agusman, kemungkinan akan ada rapat paripurna nasional (raparnas) yang diikuti oleh pimpinan Pengda. Namun, Agusman menepis kalau raparnas itu akan dijadikan arena pra-munaslub. (erk/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads