DetikSepakbola
Selasa 25 September 2018, 21:59 WIB

Sanksi untuk Tragedi GBLA, PSSI: Bisa Berupa Denda Hingga Diskualifikasi

Amalia Dwi Septi - detikSport
Sanksi untuk Tragedi GBLA, PSSI: Bisa Berupa Denda Hingga Diskualifikasi Ketua umum PSSI, Edy Rahmayadi (Pradita Utama/detikSport)
Jakarta - PSSI mempercayakan kepada tim investigasi untuk mencari fakta pada tragedi GBLA. PSSI baru mengungkapkan rekomendasi hukuman.

PSSI belum bisa mengambil keputusan atau sanksi tegas usai tewasnya suporter Persija Jakarta, Haringga Sirila, yang terjadi sebelum laga dengan Persib Bandung dalam Liga 1 2018 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) akhir pekan lalu. PSSI ingin mengumpulkan fakta di lapangan yang akan dipertimbangkan oleh Komdis.

Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, menyebutkan beberapa level hukuman yang menunggu dalam tragedi itu. Sanksi terberat adalah klub yang bersangkutan didiskualifikasi dari liga.




"PSSI tidak bisa memutuskan suatu persoalan, karena dalam organisasi, ada komdis, Komdis akan segera sidang. Tapi, ketum PSSI dan exco dapat rekomendasi ke Komdis. Rekomendasi sudah dibicarakan, dan aturan main, ada hukuman paling rendah, finansial sampai tingkat diskualifikasi, sampai ke sana hukumannya," ujar Edy saat jumpa pers di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (25/9/2018).

Menurut Edy Komdis memiliki wewenang untuk mengambil keputusan. Untuk itu, PSSI tak bisa gegabah karena harus melihat data dan fakta sehingga keputusan yang dikeluarkan tepat.

"Komdis punya wewenang, walaupun saya ketum, itulah kalau saya arogan. Kami merekomendasi, kalau klub yang lakukan, klub dihukum, dari terendah sampai terberat. Pertanyaan, apakah berani? Bukan itu pertanyaannya,' ujar dia.

"Saya lebih baik salah mengambil keputusan, tetapi tidak menghukum orang tak bersalah. Jangan sampai memanggil keputusan dengan emosional, supaya dibilang hebat, tapi saya menghukum yang benar," dia menegaskan.

"Komdis itu saat ini, saya tahu, mereka mencari data untuk sidang. Setelah sidang, keputusan akan dilaporkan ke ketum. Ketum yang akan menyampaikan hasil keputusan. Contoh, tidak bisa dilanjutkan, karena persoalan sudah begitu rumit. Kalau dilanjutkan, akan kejadian lagi. Komdis hanya bisa seperti itu," kata pria yang juga menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara itu.


(ads/fem)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed