DetikSepakbola
Rabu 17 Oktober 2018, 22:45 WIB

Piala Asia U-19 2018: Misi Qatar Mengulang Sukses 2014

Randy Prasatya - detikSport
Piala Asia U-19 2018: Misi Qatar Mengulang Sukses 2014 Timnas Qatar sedang berlatih jelang laga perdana Piala Asia U-19 (Ari Saputra/detikSport)
Jakarta - Timnas Qatar berada satu grup dengan Indonesia di Piala Asia U-19. Bagaimana kekuatan tim besutan Bruno Pinheiro tersebut?

Qatar tampil di Piala Asia U-19 dengan masuk ke Grup A. Mereka akan bersaing ke perempatfinal bersama Indonesia, Taiwan, dan Uni Emirates Arab.

Mereka datang ke Indonesia setelah sukses menjadi juara Grup C di babak kualifikasi. Qatar merebut empat poin setelah menang atas Lebanon dan imbang melawan Irak.






Poin, produktivitas, dan selisih gol Qatar dengan Irak sejatinya sama. Namun status juara grup direbut Qatar setelah menang adu penalti dengan Irak saat keduanya imbang 1-1 di pertemuan terakhir.

Ada misi lain yang diusung Qatar pada ajang dua tahunan ini. Selain ingin mengulang sukses juara di Piala Asia U-19 pada 2014, mereka juga menjadikan momen ini untuk persiapan Piala Dunia 2022, di mana mereka menjadi tuan rumah.

"Wajar jika semua tim di sini mau menang. Tim ini juga kami persiapkan untuk Piala Dunia 2022," kata pelatih Qatar Bruno.

Keseriusan Qatar dalam mempersiapkan tim sangat mencolok di sesi latihan yang digelar di Lapangan B, Senayan, Rabu (17/10/2018) sore WIB. Mereka berlatih dengan membagi pemain ke dalam empat kelompok untuk bermain umpan-umpan pendek di kotak yang sempit.

Dalam latihan ini, tim pelatih juga tak lupa memasang kamera video di lapangan untuk merekam semua aktivitas latihan mereka. Hal itu juga pernah dilakukan saat Indonesia dibesut oleh Luis Milla, namun tak lagi terlihat setelah pria asal Spanyol itu kontraknya habis.






Qatar juga melatih kemampuan di sepak pojok, namun bola yang mereka lepaskan tidak langsung diarahkan ke depan gawang. Eksekutor sepak pojok justru mengarahkan bola ke luar kotak penalti dan sesekali memberi umpan pendek ke rekan satu tim untuk menarik lawan beranjak dari kotak 12 pas.

Kelas Qatar terlihat jauh lebih baik ketika mereka tak sama sekali berlatih simulasi permainan. Pelatih Bruno malah melatih gerakan pemain saat tanpa bola.

"Latihan hari ini biasa-biasa saja, kok. Kami biasa berlatih seperti ini di setiap pertandingan, tidak ada yang spesial," papar Bruno.

"Kami di sini hanya melakukan latihan gerakan tanpa bola dan adapatasi dengan rumput di sini," sambungnya.



(ran/mrp)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed